Air Telah Tiba, Buah Perjuangan Puluhan Tahun Warga di Sikka 

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Air meluncur deras dari ujung pipa berukuran satu dim atau 2,54 sentimeter. Puluhan ember dan jeriken seketika penuh. Air tumpah ruah. Mereka seperti balas dendam pada kekurangan air selama mereka tinggal di kampung itu.

Memandang dari kejauhan, mata Yuliana Penun (37) berkaca-kaca. Perempuan yang dipercayakan menjadi kepala dusun itu terharu. Keraguan bahkan nada merendahkan yang pernah dialamatkan kepadanya, telah terpatahkan. Air sudah tiba di halaman rumah.

Inilah ujung pergumulan Yuliana bersama 767 warga. Ia bukan pejabat desa. Ia kepala dusun, di bawah desa. "Saya tidak bisa berkata-kata. Terima kasih kepada orang baik yang sudah bantu kami," ujar Yuliana di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (16/1/2026).

Air mulai mengalir setelah utusan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) datang membawa dua meteran listrik untuk mendukung kerja mesin pompa air. Masing-masing dengan daya 2.200 VA dan 3.500 VA. Meteran terpasang, aliran listrik tersambung, mesin pompa hidup, air pun mengalir.

Jusuf Otiswan Maromon, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, merespons, dua meteran itu diberikan setelah PLN mendengar kabar warga sempat mengumpulkan iuran untuk membeli meteran. Kabar itu diterima PLN pada 3 Desember 2025.

Sejak permukiman berdiri, warga setempat kesulitan mengakses air bersih. Ini lantaran titik mata air berada lebih rendah di bawah permukiman. Warga harus jalan naik turun sejauh lebih dari satu kilometer.

Bagi yang punya penghasilan lebih, mereka membeli air dengan harga Rp 150.000 untuk ukuran 1.100 liter. Ini tergolong mahal sehingga tak banyak yang beli. Ada pula yang mengambil air di kampung tetangga dengan jarak tempuh lebih dari dua kilometer.

Kondisi ekonomi masyarakat kian terpukul akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Desa Kringa berada di sisi barat gunung selalu menerima guyuran material erupsi yang mengarah ke sana. Erupsi beruntun terjadi sejak 23 Desember 2023. Sampai saat ini, status gunung pada level Waspada.

Tanaman kemiri, kopi, dan cokelat yang menjadi andalan mereka rusak total. Tak menghasilkan. Banyak warga beralih jadi buruh serabutan. Sebagian lagi memilih jadi pekerja migran ke Malaysia lewat jalur non-prosedural.

Setelah dilakukan survei, tak butuh waktu lama, pada 23 Desember 2025, petugas PLN menghadirkan dua meteran dan dilakukan ujicoba. Air pun keluar. Penataan jalur dimantapkan. Pompa air beroperasi pada Selasa (13/1/2026). Ini sebagai kado Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi warga Kringa.

Serial Artikel

Air Bersih yang Menetes dari Ujung Pena

Rebutan air dengan sapi menjadi drama rutin setiap hari selama musim kemarau. Berkat para pembaca, cerita ini diharapkan tak lagi ada. Kini telah dibangun 16 sumur bor bagi 10.522 warga di lima kabupaten di Pulau Timor.

Baca Artikel

Bantuan meteran merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tujuannya ialah memastikan sistem penyediaan air bersih desa dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan. Dengan pasokan listrik yang andal, mesin pompa air bekerja memenuhi kebutuhan dasar warga desa.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F Eko Sulistyono, mengatakan, PLN memiliki komitmen ganda, yakni menjalankan bisnis kelistrikan sekaligus mengemban misi sosial. Selain bantuan air bersih di Kringa, PLN telah terlibat dalam berbagai program TJSL di berbagai daerah.

​“Kami ingin menjadi pionir kesejahteraan. Kami percaya bahwa kemudahan akses air bersih akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Inilah kontribusi nyata kami untuk pembangunan berkelanjutan di NTT,” katanya.

Kolaborasi bersama

Pembukaan akses air bersih bagi warga Kringa awalnya dilakukan oleh relawan tanggap darurat bencana dari Circle of Imagine Society (CIS) Timor bersama Save The Children. Mereka pun sepakat membangun jaringan pipa air bersih dari mata air Wair Tihuk ke rumah-rumah penduduk.

Masyarakat digerakkan membangun jaringan perpipaan serta bak penampung di dua titik. Medannya menanjak dari titik mata air pada ketinggian 290 meter di atas permukaan laut (mdpl), ditarik naik menuju tempat bak penampung dibangun pada ketinggian 312 mdpl.

Alfianus Ama Ola, project manager dari CIS Timor mengatakan, hadirnya air bersih di Kringa adalah buah dari kolaborasi berbagai pihak yang terpanggil melihat kondisi masyarakat setempat. Ama berterima kasih kepada pihak PLN yang telah ambil bagian dalam kerja sosial itu.

Kini, air sudah mengalir. Kerinduan warga yang berjuang selama berpuluh-puluh tahun, telah terjawab.

Serial Artikel

40 Jam Berjibaku Atasi Gangguan PLTU Timor 

Petugas berkerja dalam tekanan tinggi dan penuh kehati-hatian. Proses investigasi dan perbaikan berlangsung saat mesin pembangkit tetap hidup.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wavi Zihan Tertantang Main di Film Sebelum Dijemput Nenek
• 4 menit lalurepublika.co.id
thumb
Slogan Iklan: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Paling Ikonik
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ngeri! Tanah di Aceh Tengah Terus Ambles Sejak 20 Tahun, Jalan Utama Terancam Putus
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
PSIM Yogyakarta Fokus Jaga Kebugaran Menuju Paruh Kedua Super League
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
India Open: Ditekuk Wakil Jepang, Sabar/Reza Gagal ke Perempat Final
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.