Inovasi Sampah Desa Jadi Indikator Kinerja Lingkungan Daerah

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mendorong desa menjadi garda terdepan pengelolaan sampah dan mitigasi perubahan iklim nasional. Peran desa dinilai menentukan keberhasilan ketahanan lingkungan sekaligus pemerataan ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali.

Baca Juga
  • Bang Joni, Ekonomi Sirkular, dan Tanggung Jawab Produsen
  • Satu Dekade Laudato Si’: Menagih Janji Pembangunan yang Memanusiakan Alam Indonesia

Diaz mengatakan, inovasi pengelolaan sampah di desa menjadi bagian penting dari strategi membangun dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Desa disebut berada di garis depan dalam menghadapi tekanan lingkungan dan krisis iklim.

Menurut Diaz, standar kebersihan dan kreativitas pengelolaan sampah di desa akan menjadi variabel penting dalam penilaian kinerja lingkungan pemerintah daerah. Hal ini juga berkaitan langsung dengan apresiasi nasional di bidang lingkungan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan penilaian untuk penghargaan Adipura bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan inovasi pengelolaan sampah di Desa,” kata Diaz, Jumat (16/1/2026).

Sebagai bentuk apresiasi, Diaz menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa. Juara I diraih Desa Gemawang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Juara II diberikan kepada Desa Kertayasa, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sementara Juara III diraih Desa Gulingan, Kabupaten Badung, Bali. Desa-desa tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.

Diaz berharap capaian tersebut menjadi standar baru bagi desa lain dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

“Inovasi seperti ini harus dicontoh oleh desa-desa lain, kita bangun Indonesia bersih dari Desa yang bersih,” kata Diaz.

Diaz menegaskan, penghargaan ini ditujukan untuk memacu pemerintah desa terus berinovasi mengelola sampah secara mandiri dan efektif. Upaya tersebut sejalan dengan mandat presiden memperkuat pembangunan dari pinggiran, termasuk aspek kesehatan lingkungan.

“Semoga kami bisa menjalankan amanah Presiden untuk membangun dari desa dan dari bawah dan juga jangan lupa membangun pengelolaan sampahnya,” kata Diaz.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Air Mata dan Pelukan Ibu Warnai Momen Kebebasan Laras Faizati di Rutan Pondok Bambu
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Naskah Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Masjid Al-Aqsa, Saksi Sejarah Isra Miraj dan Simbol Iman Umat Islam
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Keluar Dari Zona Nyaman, Kiki Narendra Banyak Belajar Saat Terjun ke Sinetron
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Rumah Korban Kebakaran di Jakarta Pusat Rampung Direnovasi
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Terbaru Bursa Saham Asia, Raksasa Chip Taiwan TSMC Jadi Sorotan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.