Dendeng, Donat, hingga Mobil Bekas Ada di Blok M

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Waktu menunjukkan sekitar pukul 13.30 WIB. Antrean panjang pengunjung terlihat di gerai makanan Little Salt Bread dan OO Donut di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). Tidak ada desak-desakan, semuanya antre ke belakang hingga giliran mereka dilayani.

Tampilan dan dandanan mereka sangat rapi. Outfit kekinian seperti sepatu kasual dan sepatu olah raga merek luar negeri menghiasi kaki. Mereka terlihat bercengkerama sembari menunggu giliran diyalani tiba. Usia mereka beragam, mulai remaja, mahasiswa, hingga mbak-mbak atau mas-mas pekerja kantoran.

Sembari menunggu antrean memendek, mengisi perut bisa menjadi pilihan. Banyak gerai makanan yang di Kawasan Blok M ini. Mau cari makanan tradisional hingga yang kekinian semua tersedia.

Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah menyantap masakan Padang. Warung Nasi Dendeng Minang Pride bisa menjadi salah satu pilihan. Lokasinya juga strategis, ada di pojokan pertigaan. Cat merah mencolok memudahkan untuk menjadi penanda untuk menemukan warung ini. Lokasinya juga berseberangan dengan gerai OO Donut.

”Enak makan di sini. Rasa dendeng dan paru gorengnya enak. Selain itu bisa memantau langsung antrean di OO Donut,” jelas Andi Wijaya, salah satu pengunjung di warung tersebut.

Sayangnya, sampai nasi di piring tandas, antrean di gerai donut tidak kunjung memendek. ”Ini bukannya berkurang, yang antre malah semakin panjang,” gerutu Andi Wijaya, pegawai perusahaan swasta di BSD, Tangerang.

Sesudah perut kenyang dan camilan untuk oleh-oleh sudah di tangan, waktunya untuk menjelajah Kawasan Blok M. Kawasan yang dijuluki dengan Little Tokyo ini banyak menyajikan hal menarik.

Di kawasan ini, selain berburu makanan, kopi, dan camilan, pengunjung juga bisa berburu baju baru maupun bekas pakai, piringan hitam, buku baru maupun bekas pakai, hingga mobil bekas aneka jenis.

Kegiatan berburu atau berbelanja pakaian pantas pakai atau thrifting akhir-akhir ini semakin ramai. Selain harganya murah, modelnya juga keren-keren, asal pinter memilih dan menawar saja.

"In this economy" atau dalam kondisi ekonomi saat ini yang lumayan menantang, berbelanja pakaian pantas menjadi siasat sebagian warga untuk memenuhi kebutuhan akan fesyen.

Naik turun tangga, keluar masuk gerai, dan menyusuri lorong di Blok M ternyata lumayan menguras energi. Istirahat sejenak sembari menikmati kopi panas atau dingin bisa menjadi pilihan bijak. Tidak susah untuk menemukan gerai kopi di Blok M. Keberadaannya bertebaran di berbagai sudut dan lorong.

Siang itu yang lumayan sejuk karena mendung sangat mendukung untuk menikmati kopi sembari bercengkerama atau sekadar melihat lalu lalang pengunjung. Kopi juga semakin lengkap dengan camilan yang tersedia. Camilan dari olahan keju yang manis akan pas dengan kopi pahit.

”Kalau kawasan ini ditata lebih serius pasti akan semakin banyak yang datang. Kebersihan dan kerapian menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Tempat ini punya potensi sangat besar menjadi tujuan wisata, seperti di Jepang atau Singapura,” jelas Ferdinan, seorang pengusaha di Tangerang Selatan yang bercengkerama dengan rekannya di Busy Cheese Cafe.

Dalam beberapa tahun terakhir wajah Blok M berubah. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat belanja, kawasan Blok M kini bangkit sebagai destinasi kuliner yang meriah. Kawasan yang sangat ikonik pamornya sempat surut.

Pedagang meninggalkan gerai-gerai mereka karena pengunjung yang semakin berkurang. Munculnya loka pasar atau market place dan kebiasaan berbelanja masyarakat yang berubah diduga menjadi sebab memudarnya pamor Blok M.

Pamor Blok M berlahan-lahan bersinar semenjak adanya integrasi angkutan umum, yaitu keberadaan jalur MRT dan Terminal Blok M yang menjadi terminal bus Transjakarta.

Pemerintah Jakarta juga membenahi kawasan ini. Berbagai fasilitas seperti taman dan fasilitas umum lain ditambah dan dibenahi. Meski belum semeriah seperti saat kejayaannya, sekitar tahun 1980 dan 1990-an, Blok M mulai kembali bergairah.

Kios-kios yang tutup, perlahan tapi pasti mulai dibuka kembali. Lorong-lorong parkir yang tadinya kosong mulai penuh dengan mobil dan sepeda motor yang parkir. Bahkan saat hari libur atau akhir pekan, akan susah mencari tempat parkir.

Dan yang menggemberikan adalah, berseliwerannya anak-anak muda yang mengunjungi Tokyo Mini di Jakarta Selatan ini.

Jadi, mau berburu apa di Blok M?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar Nilai Klaim Politisasi Tak Relevan, Sebut Hakim Fokus Uji Dakwaan Korupsi Nadiem
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
1.790 Pasukan Oranye tangani sampah di lokasi rawan banjir
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Jalur KA Kendal Terendam Banjir, Delapan Perjalanan Kereta Terganggu
• 20 jam laluokezone.com
thumb
India Open 2026: Putri KW Tersingkir, An Se Young Terlalu Tangguh
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penerbangan Internasional Perdana dari Bandara El Tari Kupang Dimulai Februari 2026, Gubernur NTT Pimpin Rapat Persiapan
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.