Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Sholat sebagai Fondasi Disiplin dan Persatuan

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa Isra Mi'raj bukan sekadar perjalanan menembus ruang dan waktu yang melampaui nalar manusia, melainkan sebuah transformasi spiritual yang membawa risalah agung bagi peradaban dunia.

Di balik keajaiban perjalanan malam Sang Baginda dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga puncaknya di Sidratul Muntaha, tersimpan esensi tentang pertemuan antara hamba dengan Penciptanya melalui ibadah sholat. Momentum ini menjadi pengingat abadi bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kematangan iman dan integritas moral masyarakatnya.

Baca Juga
  • Makna Isra Miraj bagi Kehidupan Kita
  • Promotor Konser BTS Ingatkan Army Waspada Penipuan dengan Modus Ini
  • Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis Lima Tahun Penjara

Secara harfiah, Isra Mi'raj terdiri dari dua bagian perjalanan luar biasa yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Isra adalah perjalanan horizontal dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang melambangkan hubungan harmonis antarmanusia dan penghormatan terhadap situs suci lintas generasi. Sementara Mi'raj adalah perjalanan vertikal dari bumi menuju langit ketujuh hingga ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT, yang menunjukkan puncak pengabdian spiritual seorang hamba.

Peristiwa monumental ini memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam karena melalui Mi'raj inilah perintah sholat lima waktu pertama kali diturunkan secara langsung tanpa perantara malaikat. Hal ini menegaskan bahwa sholat adalah kebutuhan pokok ruhani yang menghubungkan manusia dengan kekuatan langit guna mendapatkan ketenangan, bimbingan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan di dunia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi'raj 1447 Hijriah ini sebagai momentum meningkatkan kedisiplinan ibadah serta ketakwaan. "Dari Isra Mi'raj inilah lahir perintah sholat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ketujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin sholat kita," ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (16/1/2026).

Menurut Khofifah, ritual keagamaan tidak akan berdampak luas tanpa pemaknaan substantif dalam keseharian. Ia menilai sholat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membentuk keteraturan hidup. "Disiplin sholat mengajarkan kita untuk menghargai waktu, bertanggung jawab, dan tertib dalam peran sosial. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, disiplin moral dalam sholat seharusnya mencerminkan kejujuran dan sifat amanah seseorang," lanjutnya.

Mantan Menteri Sosial ini juga menekankan bahwa Isra Mi'raj adalah ujian keimanan yang menuntut kedewasaan bersikap. Keimanan yang matang akan melahirkan pribadi yang tenang dan tidak mudah menghakimi pihak lain di tengah kemajemukan masyarakat. "Orang yang beriman tidak mudah merendahkan orang lain. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik," tegas Khofifah.

Lebih jauh, ia melihat adanya nilai Bhinneka Tunggal Ika yang terpancar nyata dalam praktik sholat berjamaah. Di dalam saf sholat, semua orang berdiri sejajar tanpa perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Pesan kesetaraan ini dianggap sangat relevan untuk menyatukan kembali langkah masyarakat yang kerap terpolarisasi akibat perbedaan pandangan politik maupun sosial.

Khofifah berharap peringatan Isra Mi'raj tahun 2026 ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melakukan refleksi mendalam guna menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam bentuk tanggung jawab sosial, seperti bersikap adil, jujur, dan memiliki empati yang tinggi terhadap sesama manusia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[FULL] IHSG Cetak Rekor Awal Tahun, Seberapa Besar Peluang January Effect? Ini Kata Analis
• 13 menit lalukompas.tv
thumb
Mendagri Dorong Kolaborasi Kejar Target Pemulihan Pascabencana Sumatera
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pelapor Roy Suryo Cs Buka Opsi Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, dr Tifa Singgung Kesehatan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Asusila di Bus Transjakarta Soroti Pentingnya Peran Penumpang dan Kecepatan Respons Petugas
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
6 Drakor dengan Biaya Produksi Termahal, Ada yang Bisa Nonton di Netflix
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.