Buruh Protes UMP 2026, Ketum Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing dan Lapangan Kerja

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketum Kadin menanggapi protes buruh soal UMP 2026. Dia mengatakan isu upah minimum merupakan persoalan kompleks yang terkait dengan daya saing dan investasi.

Buruh Protes UMP 2026, Ketum Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing dan Lapangan Kerja. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menanggapi dinamika gelombang protes dari kalangan buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026.

Menurutnya, isu upah minimum merupakan persoalan kompleks yang bersentuhan langsung dengan daya tarik investasi Indonesia di kancah global.

Baca Juga:
Buruh Sebut Kenaikan Upah Minimum 2026 Jakarta Masih di Bawah Standar Layak Hidup

Anindya mengakui bahwa persoalan besaran upah selalu memicu perdebatan antara pihak pengusaha dan pekerja.

"Kalau dari dunia usaha (masalah upah minimum) memang pasti selalu ada pro-kontra," kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga:
Catat, Ini Daftar Lengkap Kenaikan Upah Minimum Provinsi 2026

"Tapi secara umum, yang paling penting adalah bagaimana daya saing Indonesia dibanding negara tetangga, baik bagi diri sendiri dan bagi foreign direct investment,” sambungnya.

Meskipun memahami aspirasi buruh yang menuntut kesejahteraan, Anindya mengingatkan bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan operasional dan iklim investasi.

Baca Juga:
Pramono Tolak Usul Buruh Terkait Subsidi Upah Rp200 Ribu, UMP Jakarta Tetap Rp5,72 Juta

Upah minimum hanyalah salah satu komponen dari keseluruhan beban biaya yang harus dikelola perusahaan. "Tentunya UMP sangat penting, tapi juga sama pentingnya logistik, energi, dan lain-lain," kata Anindya.

Anindya menekankan bahwa fokus utama Kadin saat ini memastikan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Ia khawatir jika beban industri terlalu berat, kemampuan sektor riil untuk menyerap tenaga kerja baru akan terhambat.

Baca Juga:
Pengusaha Garmen Minta Pemerintah Tak Tetapkan Upah Minimum bagi Industri Padat Karya

"Jadi memang kita salah satu fokus dari Kadin menciptakan lapangan kerja, dan tentunya di dalamnya mempertahankan lapangan kerja,” tutur Anindya.

Sebagai jalan tengah, Kadin mendorong adanya peningkatan produktivitas nasional sebagai penyeimbang dari kenaikan upah. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, Indonesia diyakini tetap bisa kompetitif di mata investor internasional sembari tetap memberikan upah yang layak bagi para pekerja.

“Karenanya, kita mesti kompetitif dan apapun itu mesti ditingkatkan dengan peningkatan produktivitas,” ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ide Bisnis Online dengan Modal Kecil yang Bisa Dicoba di 2026
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rusun Pesakih Sempat Tak Layak Huni, Kini Diperbaiki untuk Relokasi Warga TPU Pegadungan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
PHR Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam-001
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab: Pemerintah mulai bangun hunian sementara di Aceh Barat
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Peran AS dan Operasi Intelijen Mossad di Balik Protes Rakyat Iran
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.