MJO dan topografi kepulauan berpengaruh terhadap curah hujan Indonesia

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ilmuwan meteorologi tropis dan interaksi darat-laut-atmosfer dari Florida Insitute of Technology AS Pallav Ray mengungkapkan adanya keterkaitan yang signifikan antara Madden Julian Oscillation (MJO), topografi kepulauan, dan curah hujan di Indonesia.

Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Ray menjelaskan karakteristik topografi Benua Maritim Indonesia (BMI) yang terdiri atas banyak pulau besar dan dikelilingi perairan hangat menciptakan lingkungan atmosfer yang unik.

"Hasil eksperimen pemodelan menunjukkan bahwa keberadaan pulau berperan penting dalam mendukung pembentukan hujan. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa ketika daratan dihilangkan, presipitasi menurun tidak hanya di atas daratan, tetapi juga di atas lautan, yang menegaskan kuatnya pengaruh pulau terhadap sistem hujan regional," katanya.

Lebih lanjut, Ray menyebutkan adanya ketidaksimetrisan respons atmosfer terhadap sumber panas.

Baca juga: Kepala BRIN soroti tantangan perubahan iklim bagi masa depan Indonesia

"Sumber panas di Kalimantan atau Sumatra dapat memengaruhi wilayah yang jauh ke arah timur, termasuk Papua Nugini. Sementara, pengaruh sebaliknya relatif lebih lemah," ujarnya menjelaskan.

Menurut Ray, temuan ini menantang teori klasik tentang respons sirkulasi atmosfer tropis, karena hasil model menunjukkan bahwa sumber panas berskala relatif kecil tetap mampu menimbulkan dampak yang signifikan.

Ia menyebutkan topografi terbukti berpengaruh kuat terhadap siklus harian hujan, terutama pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Representasi topografi yang akurat dinilai sangat penting karena bias simulasi presipitasi di daratan dapat merambat dan memengaruhi hasil simulasi di wilayah laut.

Ray menekankan pengaruh MJO terhadap curah hujan di Indonesia sangatlah kompleks dan telah menjadi perhatian yang sangat penting bagi peneliti dunia, karena wilayah BMI dapat memengaruhi iklim global.

"Memahami bagaimana MJO memengaruhi cuaca di Indonesia sangat berguna, terutama untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca ekstrem yang berdampak pada bencana hidrometeologis di Indonesia, seperti banjir, longsor, dan lain sebagainya," tutur Pallav Ray.

Baca juga: Laporan: Ketidakstabilan siklus air picu bencana iklim global 2025

Baca juga: Pakar: Perubahan iklim dapat pengaruhi sistem fisik pesisir


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chat Ammar Zoni dengan Dokter Kamelia Soal Titipan Plastik Jadi Sorotan Jaksa 
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Saham Indospring (INDS) Terbang, Investor Antisipasi Pembagian Dividen
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
KPK: Ono Surono PDIP Diduga Terima Uang Tersangka Korupsi
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Potret Suram Pasar Rakyat Desa Petaling Jambi yang Terbengkalai
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terungkap! Pendaki Syafiq Ali Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan di Gunung Slamet
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.