Keselamatan Kerja Jadi Fokus Tata Kelola Operasi Pertambangan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dalam industri pertambangan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan variabel kunci yang memengaruhi keberlanjutan operasi dan stabilitas produksi. Karakteristik kegiatan tambang yang berisiko tinggi menempatkan pengelolaan keselamatan tidak hanya sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi sebagai bagian dari tata kelola operasional dan manajemen risiko perusahaan.

Pendekatan tersebut tercermin dalam pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 di lingkungan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). 

Baca Juga :
Honda Passport 2026 Raih Predikat Tertinggi Keselamatan dari IIHS
Asap Beracun di Tambang Emas Pongkor, Ledakan hingga Korban Ratusan Dibantah

Perusahaan menempatkan agenda keselamatan kerja dalam kerangka pengelolaan pertambangan yang terstruktur, sejalan dengan pedoman keselamatan nasional sektor pertambangan. 

Pelaksanaan BK3N 2026 mengacu pada edaran Direktur Teknik dan Lingkungan sekaligus Kepala Inspektur Tambang (KaIT) mengenai tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” 

Tema tersebut menekankan keterkaitan antara kompetensi sumber daya manusia, sistem pengelolaan risiko, serta koordinasi lintas fungsi dalam pengelolaan keselamatan kerja di area tambang.

Di tingkat operasional, NHM mengaitkan penerapan keselamatan kerja dengan peningkatan kompetensi pekerja dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur. Selain itu, perusahaan menekankan penguatan sistem pengelolaan keselamatan melalui inspeksi peralatan, pelaporan kondisi tidak aman, serta penerapan praktik keselamatan di seluruh area kerja.

Mewakili Kepala Teknik Tambang (KTT), General Manager Geology, Resources and Support – Project & Planning NHM, Denny Lesmana, menyampaikan bahwa keselamatan kerja perlu dipahami sebagai bagian dari proses operasional sehari-hari. “Tema BK3N 2026 bukan sekadar slogan, melainkan fondasi dan arah dalam menjalankan operasional tambang secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan keselamatan pertambangan melibatkan seluruh unsur organisasi dan mitra kerja. “Dunia tambang adalah kerja ekosistem. Karena itu, tidak boleh ada silo mentality yang justru menghambat tujuan bersama dalam mewujudkan keselamatan pertambangan,” tegasnya.

Dalam kerangka tata kelola, NHM melanjutkan penerapan sejumlah instrumen pengelolaan keselamatan dan lingkungan, antara lain Audit Internal Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), Audit Eksternal ISO 14001 dan ISO 45001, penerapan Critical Control Management (CCM), serta Leadership Walk About (LWA). Instrumen tersebut digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko operasional secara berkelanjutan.

Baca Juga :
Bukan Ledakan, Asap Beracun Tambang Antam Bogor Ternyata Muncul Sejak...
Antam Bantah Kabar 700 Orang Tewas usai Kejadian Asap Beracun di Tambang Emas Pongkor
BKI Ungkap Peran Penting Pemimpin Pastikan Keselamatan para Perkerja

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lirik Lagu Lush Life - Zara Larsson
• 1 jam laluinsertlive.com
thumb
Bus Tabrak Gedung di Seoul, 13 Orang Terluka
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Dokter Tifa Singgung Kondisi Kesehatan Jokowi, saat Bahas Polemik Ijazah
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Buron 2 Tahun, Maling Motor Wartawan Saat Liputan Curanmor di Sumsel Ditangkap
• 17 jam laludetik.com
thumb
Dokter Tifa Tanggapi Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi di Solo: Saya Paham Beliau Minta Damai | ROSI
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.