Era Mobil Bensin Bakal Tamat Akibat Terobosan Peneliti Korea

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan pengembangan mobil listrik dengan baterai berbahan silikon yang dicapai oleh peneliti Korea Selatan diramal bakal mengubah total industri otomotif dunia. Baterai berbahan silikon membuat kendaraan dapat melaju hingga 1.000 km dalam sekali pengisian daya. Dengan temuan ini, era mobil bermesin cetus api yang ditenagai BBM berpotensi diakhiri.

Pasalnya, salah satu hambatan utama dalam transisi dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik selama ini disebabkan oleh persoalan jarak tempuh. Keterbatasan kapasitas baterai membuat peralihan dari BBM masih dihindari oleh konsumen.

Baca: Jakarta-Tanjung Lesung Terasa Dekat dengan Tol Serang-Panimbang

Fokus penelitian para ahli dari Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan adalah material silikon.


Material silikon banyak diteliti untuk digunakan dalam pembuatan baterai karena tersedia melimpah berbagai belahan dunia. Namun, silikon juga punya karakter yang membuatnya bermasalah.

Ukuran elemen silikon bisa bertambah besar hingga tiga kali saat dicas, kemudian menyusut kembali. Karena itu, kebanyakan penelitian mencoba membuat baterai dengan material silikon berbentuk partikel nano yang ukurannya sangat kecil.

Permasalahannya, ongkos untuk memproduksi partikel nano sangat mahal dan prosesnya sangat kompleks.

Peneliti dari Pohang punya pendekatannya yang berbeda. Mereka justru menggunakan partikel silikon berkurang 1.000 kali lebih besar, yaitu dalam skala mikro. Elemen ukuran ini lebih mudah dan murah untuk diproduksi dengan densitas energi yang lebih lega.

Peneliti kemudian mencari solusi dari masalah kembang-kempis partikel silikon. Mereka menggunakan gel polimer elektrolit yang bentuknya berubah ketika elemen silikon berubah bentuk. Gel ini kemudian diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron. Hasilnya, adalah ikatan yang stabil meskipun partikel silikon kembang-kempis.

Bahkan, kestabilan baterai silikon buatan para peneliti setara dengan baterai lithium-ion standar, dengan densitas energi 40 persen lebih besar.

"Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi," kata Park Soojin dari Pohang University.

Para peneliti menyatakan baterai rancangan mereka bisa dengan mudah diaplikasikan.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus Perkuat Infrastruktur Digital Dukung Daya Saing Nasional

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Percaya Alvaro Arbeloa, Real Madrid Tutup Bursa Transfer Januari 2026
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Trump Dukung Venezuela Tetap Gabung OPEC
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Gaji Petani untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bocah Hanyut di Kali Jambe Bekasi, Ditemukan Tewas 45 Km dari TKP
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Wajahnya Luka Lebam
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.