12 Puskesmas di Aceh Tamiang Rusak Berat Diterjang Bencana, Ambulans hingga Peralatan Medis Terendam

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan, tetapi juga meliputi ambulans, puskesmas keliling (pusling), serta peralatan dan mebel penunjang pelayanan kesehatan.

"Itu kondisinya sudah terendam banjir, sudah diidentifikasi dari Kementerian Kesehatan, kondisinya semua dalam keadaan rusak berat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustakim dalam keterangan video yang diterima Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Mustakim mengatakan itu saat melepas relawan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Sebar Relawan, Kemenkes Sebut Titik Pengungsi di Aceh Tamiang Berkurang Jauh

Adapun untuk mebel penunjang pelayanan kesehatan yang rusak, seperti perabot berbahan kayu yang hancur hingga sudah tak dapat digunakan lagi. Sedangkan perabot berbahan besi rusak parah.

"Kenapa? Karena mebel kayu itu sudah hancur porak poranda dan tak ada lagi perangkat meja. Kemudian, bagi yang dalam keadaan besi itu pada bengkok-bengkok semua," tambah dia.

Meski demikian, Mustakim menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Sebanyak 1.253 tenaga kesehatan yang terdata di Kabupaten Aceh Tamiang tetap memberikan layanan kepada masyarakat, baik di puskesmas maupun di titik-titik pengungsian.

“Untuk kondisi demikian pun, 1.253 tenaga kesehatan yang terdata di Kabupaten Aceh Tamiang untuk pelayanan dinas kesehatan beserta dengan puskesmas, mereka semua tetap semangat dan tetap memberikan pelayanan di puskesmas dan pelayanan yang berada di dalam kabupaten," tutur dia.

Baca juga: Atasi Krisis Air Bersih, PMI Aceh Utara Operasikan Mobil Tangki dan Mesin Pembersih Air di Lokasi Banjir

Mustakim menjelaskan, meski kondisi 12 puskesmas tersebut rusak berat, seluruhnya telah kembali beroperasi berkat dukungan berbagai pihak.

“Yang sudah beroperasi kembali itu adalah semuanya 12 puskesmas atas bantuan Kementerian Kesehatan, bantuan TNI-Polri, bantuan NGO, dan bantuan Organisasi Ikatan Dokter Indonesia," ungkapnya.

Mustakim juga mengapresiasi Menteri Kesehatan RI dan jajaran Kemenkes atas dukungan yang diberikan sejak awal bencana.

Ia mengatakan, berkat kehadiran relawan kesehatan secara bertahap, jumlah titik pengungsian di Aceh Tamiang terus berkurang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sejak bencana banjir Aceh Tamiang, titik pengungsi awalnya berjumlah 720 titik di 12 kecamatan, kemudian seiring dengan kehadiran dari relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di gelombang pertama sampai gelombang 2, berkurang menjadi 601," kata Mustakim.

"Per hari ini sudah berkurang menjadi 129 titik pengungsian," sambungnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Dukung Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
• 52 menit laluviva.co.id
thumb
Bahas Mantan Sosok Pencandu Narkoba, Ari Lasso: Kami Sama-sama Junkie
• 2 jam laluinsertlive.com
thumb
PTPN IV PalmCo Jaga Nafas Bantuan Pascabencana, Dari Huntara hingga Pangan untuk Aceh Utara
• 10 jam laludisway.id
thumb
Tanda Kamu Berada di Jalan yang Benar dalam Hidup
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Markas Ormas Madas di Surabaya Disita Polisi, Ditengarai Berkaitan dengan Kasus Mafia Tanah
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.