Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pentingnya aksi nyata dari setiap negara anggota dalam pertemuan tingkat menteri ketiga Mangrove Alliance for Climate (MAC) yang digelar di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, pada Rabu, 14 Januari 2026.
"Komitmen setiap negara anggota harus diwujudkan dalam aksi konkret dan terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya dalam pidato pembukaan.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2026, yang dihadiri oleh 47 negara anggota MAC dan sejumlah mitra internasional.
MAC adalah aliansi global yang digagas oleh Pemerintah Indonesia bersama Persatuan Emirat Arab untuk mengatasi dampak perubahan iklim melalui penguatan program restorasi dan konservasi mangrove.
Penandatanganan MAC Charter dan Dukungan InternasionalDalam kesempatan tersebut, Zulhas bersama Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Persatuan Emirat Arab, Amna bint Abdullah Al Dahak Al Shamsi, menandatangani MAC Charter sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan aliansi secara transparan dan efektif.
Dokumen ini juga bertujuan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional guna mencapai visi dan misi MAC.
Amna Al Shamsi menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun pedoman restorasi dan konservasi mangrove berbasis pendekatan ilmiah untuk meningkatkan keberhasilan penanaman di seluruh negara anggota.
Negara-negara seperti Australia, Kolombia, Filipina, Inggris, Jerman, Kuwait, Rusia, dan Kuba turut hadir dalam pertemuan ini.
Mitra global seperti Mangrove Breakthrough juga hadir dan menyatakan dukungan penuh terhadap MAC serta mengapresiasi peran kepemimpinan Indonesia dan Persatuan Emirat Arab.
Zulhas menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri MAC keempat.
"Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri MAC keempat," ia mengungkapkan.
Pertemuan Bilateral Bahas Energi dan InvestasiSelain menghadiri pertemuan MAC, Zulhas juga melakukan pertemuan bilateral dengan Utusan Khusus Persatuan Emirat Arab untuk Indonesia di bidang energi, iklim, dan investasi, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Infrastruktur.
Pertemuan membahas keberlanjutan kerja sama di sektor energi, serta potensi investasi di bidang pertanian dan perikanan.
Pertemuan bilateral ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, serta Staf Ahli Menko Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga.



