Jakarta: Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto mengatakan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara menjamin hak anak-anak. Khususnya mereka yang kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan dengan aman dan bermartabat.
Mugiyanto saat memonitor Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat, berinteraksi langsung dengan para pelajar, menanyakan kenyamanan, rasa aman, serta kondisi belajar di lingkungan sekolah.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak anak untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi tanpa rasa takut. Anak-anak di sini harus merasa aman, sehat, dan dihargai martabatnya," kata Mugiyanto, dikutip dari Antara, Jumat, 16 Januari 2026.
Pada kesempatan itu, Wamen HAM yang didampingi Kepala Kanwil Kementerian HAM Jawa Tengah Mustafa Beleng beserta jajaran turut meninjau kamar asrama dan ruang kelas.
Menurut Mugiyanto, monitoring dilakukan untuk memastikan prinsip penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM benar-benar terwujud dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan hasil monitor secara umum menunjukkan pemenuhan hak-hak dasar siswa di SRT 45 Kota Semarang telah berjalan cukup baik, khususnya dalam penyediaan asrama dan makanan.
Baca Juga :Ke Papua, Wapres Gibran Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat di Biak
Meski demikian, Kementerian HAM memberikan perhatian serius terhadap aspek pemenuhan hak atas kesehatan sebab sarana dan prasarana kesehatan belum maksimal serta masih ada siswa yang belum terlindungi jaminan BPJS Kesehatan.
Mugiyanto menekankan hak atas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari hak atas kesehatan.
Untuk itu, ia mendorong pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyempurnaan program Sekolah Rakyat.
"Negara wajib memastikan setiap anak di Sekolah Rakyat tidak hanya bisa belajar, tetapi juga terlindungi kesehatannya. Ini akan menjadi catatan penting untuk segera ditindaklanjuti bersama kementerian dan pemerintah daerah terkait," katanya.
Sementara itu, Kepala SRT 45 Kota Semarang Ridho Irwanto menyampaikan bahwa sekolah itu resmi beroperasi sejak 30 September 2025 dan saat ini menampung 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SMA dan 50 siswa SD.
Wamen HAM Mugiyanto. Foto: Dok Antara
Komposisi peserta didik mencakup 60 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan, yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan desil 2 di wilayah Kota Semarang.
Di sisi lain, pihak sekolah mengungkapkan sejumlah tantangan, seperti kesulitan menjaring calon peserta didik yang bersedia masuk Sekolah Rakyat, serta keterbatasan ruang kerja dan asrama bagi tenaga pendidik.
Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen sekolah untuk sementara memanfaatkan ruang perpustakaan dan laboratorium komputer sebagai ruang kerja serta menerapkan kebijakan prioritas asrama bagi tenaga pendidik yang berdomisili di luar Kota Semarang.


