Ratusan umat Buddha terlihat antusias mengikuti rangkaian acara Dharma Teaching and Empowerment yang digelar JIExpo Convention Center and Theater Jakarta. Acara yang digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Palpung Indonesia ini pada 16 hingga 18 Januari 2026.
Kehadiran sosok Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa dalam Dharma Teaching and Empowerment ini menjadi hal istimewa bagi para peserta yang datang dari berbagai daerah dan mancanegara.
Acara spiritual yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema utama Loving Kindness and Compassion atau Cinta Kasih dan Welas Asih. Materi ini disampaikan berdasarkan landasan ajaran dari Dharma Kirti.
Dalam kesempatan itu, Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa menjelaskan definisi cinta kasih. Cinta kasih adalah harapan agar semua orang Bahagia. Sedangkan welas asih adalah harapan agar semua orang bebas dari penderitaan.
"Jadi welas asih harus menjadi pilar utama setiap manusia. Kita tidak suka menderita, kita suka bahagia, tentu saja, tetapi kita harus tahu bahwa semua orang di sekitar kita sama," ujar Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa, dalam program Top News Metro TV, Jumat, 16 Januari 2026.
Baca Juga :
Buddha Maitreya Empowerment Tutup Rangkaian Dharma Teaching di MagelangDalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Palpung Indonesia Pracna Murdaya dalam sambutannya mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran guru paling tinggi dalam tradisi Karma Kagyu, Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa, di Dharma Teaching and Empowerment.
Pada 8 hingga 11 Januari lalu, Dharma Teaching and Empowerment juga dilakukan di Graha Palpung Padmasambhava Magelang dengan tema Wisdom of Meaningful Life atau Kebijaksanaan untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan dapat muncul dari diri sendiri, sementara cinta kasih dan welas asih memiliki makna bahwa semua manusia ingin agar bahagia.
Pracna menekankan bahwa Indonesia merupakan tempat penting bagi umat Buddha. Jambi misalnya, yang merupakan pusat spiritual Buddha dunia dengan adanya Candi Muaro Jambi.
Situs bersejarah ini mengajak kita untuk kembali mengapresiasi jejak Nusantara dalam membantu umat manusia menemukan jalan kebijaksanaan. Ke depannya, Palpung Indonesia telah menyiapkan rencana 5 tahun untuk lebih aktif setelah pembangunan vihara baru di kawasan Borobudur.
Nantinya Candi Muaro Jambi akan dikembangkan menjadi pusat studi, tempat ziarah, serta destinasi wisata religi paling signifikan di Indonesia. Kementerian Kebudayaan akan turut terlibat dalam membangun kembali situs Muaro Jambi.



