Prospek ICBP, MAPI hingga AMRT Terjaga meski IKK Desember 2025 Turun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor konsumer dan ritel diprediksi masih mampu menjaga pertumbuhan kinerja keuangan, meski Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menurun tipis pada pengujung tahun 2025. 

Survei konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa IKK Desember 2025 berada di level 123,5 atau terkoreksi sebesar 0,5 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 124. Penurunan tersebut mengakhiri tren penguatan yang sempat terjadi selama dua bulan berturut-turut.

Junior Research Analyst Sinarmas Sekuritas, Dipta Daniswara, menjelaskan bahwa meski IKK melandai, posisinya masih berada di zona optimistis atau di atas 100. Oleh karena itu, penurunan dinilai lebih dipengaruhi oleh faktor temporer ketimbang pelemahan daya beli secara struktural. 

“Penurunan optimisme konsumen terjadi karena belanja selama high season tertahan dan spending festive season belum maksimal akibat bencana, serta perayaan yang lebih sederhana di beberapa kota,” ucapnya, Jumat (16/1/2026).

Dipta menilai investor tidak perlu segera merevisi target harga emiten ritel dan konsumer, seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), ataupun PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Pasalnya, data penjualan ritel pada kuartal IV/2025 masih berada di kisaran 4,3% hingga 6,3%, lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut memungkinkan laba bersih emiten di sektor ini tetap tumbuh positif, meski diproyeksikan berada pada level single digit.

Baca Juga

  • ICBP, INDF, AMRT Cs Jadi Jagoan Analis saat Daya Beli Lesu Masih Jadi Aral
  • Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Ditopang Laju Saham ADMR, BBRI hingga MAPI
  • Menimbang Daya Tarik Saham Peritel MAPI, AMRT, hingga ACES pada 2026

Sementara itu, terkait aliran modal asing, Dipta menyebutkan bahwa tekanan pada saham konsumer sebenarnya sudah terefleksi dari pergerakan harga yang cenderung sideways sepanjang 2025. Untuk itu, perbaikan penjualan ritel di kuartal akhir tahun lalu dapat dipandang sebagai fase awal pemulihan.

“Dengan kondisi ini, potensi masuknya dana asing masih ada namun cenderung selektif sambil menunggu sinyal pemulihan konsumsi yang lebih kuat,” ucapnya.

Memasuki 2026, stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah yang pro-konsumsi diharapkan menjadi katalis utama pendorong minat belanja masyarakat. Sinarmas menilai tantangan daya beli tidak akan menghantui sepanjang tahun seiring dengan status IKK yang tetap berada di zona ekspansi.

Secara teknikal, Dipta menuturkan mayoritas saham di sektor ini terpantau masih menguji level support. Dalam kondisi tersebut, investor disarankan untuk mulai mencermati peluang akumulasi pada saham-saham pilihan.

“Untuk saat ini, mayoritas emiten sektor konsumer cenderung masih menguji support sehingga investor mungkin bisa mempertimbangkan buy on weakness untuk emiten UNVR, CMRY, dan AMRT,” ucap Dipta. 

Dihubungi terpisah, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, juga menyatakan bahwa daya beli masyarakat pada kuartal IV/2025 terpantau tetap solid, sehingga langkah revisi target harga belum genting untuk dilakukan. 

Selain itu, dia menilai para investor global cenderung melihat fluktuasi data IKK sebagai gangguan jangka pendek. Dengan level indeks yang masih terjaga, pasar konsumsi Indonesia dinilai masih memiliki daya tarik yang kuat. 

“Asing melihat data IKK ini sebagai noise jangka pendek. Indeks masih di level optimistis atau di atas 120, sehingga pasar konsumsi Indonesia tetap menarik. Jadi, koreksi sekarang justru bisa jadi entry point,” ucap Wafi. 

Memasuki 2026, KISI Sekuritas mengidentifikasi sejumlah katalis positif bagi kinerja emiten konsumer. Salah satunya adalah realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprediksi menggerakkan permintaan domestik.

Adapun tren penurunan harga komoditas bahan baku global, seperti gandum dan gula, serta potensi penurunan suku bunga acuan, diharapkan dapat memperlebar marjin keuntungan emiten dan meringankan beban pendanaan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, KISI Sekuritas memfavoritkan tiga saham konsumer dan ritel, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Truk Muatan Beras Terguling Hingga Tutup Jalan | SAPA MALAM
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Setelah Operasi AS, Kilang Minyak Venezuela Tetap Beroperasi Normal
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jumat Berkah Polres Kepulauan Anambas, Aksi Nyata Polri Humanis di Desa Tiangau
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Seohyun SNSD Tertantang Dekatkan Musik Klasik ke Publik
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Aksi Wanita Tukar Kartu Tap JakLingko Penumpang, Diciduk di Stasiun Tebet
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.