Jakarta, tvOnenews.com - Zinedine Zidane akhirnya angkat suara terkait kepergian mengejutkan Xabi Alonso dari Real Madrid. Mantan pelatih Los Blancos itu secara tidak langsung membongkar “aturan tak tertulis” yang selama ini diyakini menjadi kunci bertahannya seorang manajer di Santiago Bernabeu.
Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid setelah hanya tujuh bulan menduduki kursi pelatih kepala. Keputusan itu datang sehari setelah Madrid menelan kekalahan telak dari Barcelona di partai final Piala Super Spanyol.
Meski baru saja meninggalkan Bernabeu, nama Alonso langsung dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa, termasuk satu klub Liga Inggris. Situasi ini membuat masa depannya tetap menjadi sorotan, meskipun kisahnya di Madrid berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Di sisi lain, Real Madrid disebut tengah menyiapkan langkah besar dengan membidik mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Bahkan, manajemen klub kabarnya sudah menyusun daftar pemain impian untuk memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas mendatang.
Zidane sendiri sempat disebut sebagai kandidat kuat untuk kembali menangani Madrid, mengingat statusnya sebagai legenda klub dengan dua periode kepelatihan yang sukses. Namun kali ini, pria asal Prancis itu memilih memberikan pandangan reflektif tentang dinamika ruang ganti Los Blancos.
Berbicara di kanal YouTube Hamidou Msaidie, Zidane menegaskan filosofi yang menurutnya sangat krusial di Real Madrid.
“Di Real Madrid, kami selalu siap membantu para pemain. Bagi saya, itulah yang membuat sebuah tim kuat; Anda ada untuk para pemain. Jika Anda belum memahami hal itu, Anda tidak akan bisa bertahan dalam profesi ini," ujar Zidane.
Ia menambahkan bahwa hubungan emosional antara pelatih dan pemain memegang peranan penting dalam keberhasilan tim.
“Kami di sana untuk mendukung mereka; Anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa Anda ada untuk mereka,” lanjut Zidane.
Menurut Zidane, penerimaan ruang ganti adalah fondasi utama sebelum seorang pelatih menerapkan ide-idenya.
“Agar ruang ganti menerima apa yang ingin Anda terapkan, mereka harus menyukai Anda. Jika para pemain tidak setuju dengan semua yang diberikan kepada mereka - pelatihan, semua itu - akan selalu ada sesuatu yang kurang," pungkasnya. (yus)




