Butuh 3 Tahun untuk Pulih, Menteri PU Ungkap Fakta Pahit di Balik Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Proses pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama. 

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memperkirakan butuh waktu dua hingga tiga tahun agar wilayah-wilayah tersebut benar-benar pulih sepenuhnya.

Meskipun ada harapan pemulihan bisa selesai dalam dua tahun, pemerintah memilih bersikap realistis dengan menyusun target jangka menengah.

"Paling cepat (pulih) 2 tahun. Itu paling cepat. Tapi di dalam proposal rencana kita ke Bappenas, kita bikin 3 tahun," ujar Dody saat taklimat media di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1).

Dody menjelaskan bahwa lamanya durasi pemulihan ini disebabkan oleh tingkat kerusakan infrastruktur yang sangat kompleks. 

Perbaikan tidak hanya menyasar jalan dan jembatan, tetapi juga sarana sumber daya air yang memerlukan ketelitian teknis tinggi.

Beberapa proyek besar yang membutuhkan waktu lama antara lain pembangunan bendungan penahan lahar (sabo dam), cekdam, hingga penanganan jalur ekstrem Tarutung-Sibolga. 

Selain itu, perbaikan Jalan Tol Lembah Anai yang hancur diperkirakan baru akan tuntas dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

"Jadi ada beberapa pekerjaan fisik yang memang tidak bisa cepat (selesai)," imbuhnya.

Namun, di tengah rencana jangka panjang tersebut, fokus utama Kementerian PU saat ini adalah aspek kemanusiaan, yakni memastikan akses transportasi kembali terbuka. 

Dody menegaskan bahwa prioritas jangka pendek adalah memerdekakan wilayah-wilayah yang sempat terputus komunikasinya akibat jalan yang lumpuh.

"Pokoknya dia (desa) tidak boleh terisolir. Itu dulu yang saya kejar," tegas Dody.

Berdasarkan data terkini pada hari ke-52 pascabencana, Dody melaporkan bahwa seluruh jalan dan jembatan nasional sudah kembali fungsional. 

Total ada 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang kini sudah dapat dilintasi, meskipun beberapa di antaranya masih menggunakan penanganan darurat sementara.

Tantangan terbesar justru bergeser ke wilayah pedalaman. Dody mengungkapkan bahwa masih banyak infrastruktur di tingkat kecamatan dan desa wilayah Sumatera yang kondisinya memprihatinkan.

"Sekarang kita fokus kepada kecamatan dan desa karena masih ada sekitar hampir 2.000-an jalan, jembatan daerah yang masih putus," tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alaeddine Ajaraie dan Fajar Faturrahman Siap Debut Bersama Persija Jakarta, Ricky Kambuaya Selangkah Lagi Gabung
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Maros
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Terpopuler: Perselingkuhan di Balik Nussa Rara vs Nathalie Holscher soal Hijab
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
4 Wakil ASEAN Cetak Sejarah di Australia Open 2026, Ada Janice Tjen
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Bali Jadi Top Destinasi Pariwisata Dunia, Menpar: Representasi Jutaan Ulasan Objektif Wisatawan
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.