Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas spot merosot pada Jumat (16/1/2026) terimbas sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan keengganannya untuk mencalonkan Kevin Hassett sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg, emas spot terkoreksi 20,06 poin atau 0,43% ke level US$4.596 per troy ounces. Pada saat yang sama, emas comex melemah 28,3 poin atau 0,61% ke posisi US$4.595 per troy ounces.
Bloomberg melansir bahwa pada Jumat (16/1/2026), Trump menyebut bahwa jika Hassett meninggalkan posisinya sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional, pemerintah akan kehilangan salah satu komunikator ekonomi paling berpengaruh. Padahal, Hassett dipandang sebagai kandidat utama Ketua The Fed yang beraliran dovish untuk menggantikan Jerome Powell.
Pernyataan Trump terkait dengan Hassett itu menambah ketidakpastian dalam bursa pencarian pemimpin bank sentral AS tersebut.
Merespons komentar tersebut, indeks dolar AS naik tipis 0,05 poin atau 0,05% ke posisi 99,375. Pada saat yang bersamaan, Bloomberg mencatat tingkat imbal hasil (yield) US Treasury merangkak naik.
Reli harga emas yang dimulai sejak 2025 sempat berlanjut hingga awal tahun ini, didorong oleh ekspektasi pelonggaran moneter dan kritik Gedung Putih terhadap independensi The Fed.
Namun, para trader kini memproyeksikan peluang yang lebih rendah terhadap pemangkasan suku bunga The Fed, yaitu sebanyak dua kali pada 2026, masing-masing sebesar 25 basis poin.
Selain emas, harga perak di pasar spot sempat anjlok hingga 6%. Perak mengalami tekanan hebat setelah bursa komoditas China memangkas batas posisi perdagangan dan pihak berwenang memperketat aturan high-frequency trading (HFT). Meski mengalami koreksi, harga perak masih mencatatkan penguatan sebesar 12% sepanjang pekan ini.

