GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno merespons sikap politik PDIP yang memilih menjadi partai penyeimbang di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Adi Prayitno menilai ada dua hal yang menjadi target PDIP. Pertama, yakni ingin menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kedua, PDIP sedang merawat basis konstituennya. Sebab, rata-rata para pendukungnya adalah kelompok kritis dan ingin di luar kekuasaan pemerintahan.
“Dua hal itu, sepertinya yang ingin ditargetkan PDIP melalui sikap politiknya menjadi partai penyeimbang,” katanya dikutip dari YouTube pribadinya, Sabtu (17/1).
Dia pun menyinggung pernyataan politik dari politisi muda PDIP Aryo Seno Bagaskoro yang mengungkap alasan partainya menjadi penyeimbang.
Adi mengungkapkan Aryo Seno menyebut PDIP ingin mendukung penuh apa yang menjadi program positif pemerintah.
Tetapi, PDIP pada saat yang sama akan punya sikap kritis dan bisa berhadap-hadapan dengan pemerintah, ketika kebijakan politik bertentangan dengan hati nurani rakyat.
“PDIP pada satu sisi, ingin merawat hubungan politik dengan Prabowo dan pada waktu yang sama ingin menjaga basis konstituennya,” ucapnya.
Sebelumnya, PDIP menyampaikan sikap politiknya dalam Rakernas I Tahun 2026 yang digelar belum lama ini.
Ketua DPD PDIP Aceh Jamaluddin Idham yang membacakan rekomendasi mengatakan partainya sebagai penyeimbang pemerintahan. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)