Dedi Mulyadi Minta Wisata Gunung Ciremai Ditutup, Sindir Sistem Penjagaan Hutan oleh Aparat: Mending Dijaga Kuntilanak

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta wisata Gunung Ciremai ditutup. Ia bahkan menyindir sistem penjagaan hutan oleh aparat yang menurutnya sering kebobolan oleh kepentingan wisata.

Seperti diketahui, Dedi Mulyadi kini tengah vokal menyuarakan soal alih fungsi lahan di Jawa Barat yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana. Seperti baru-baru ini, ia menyoroti alih fungsi lahan di di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Pria yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini mendesak agar aktivitas komersialisasi hutan dihentikan. Hal itu karena aktivitas itu bisa mengancam kelestarian alam dan merugikan warga Kuningan.

Adapun Dedi Mulyadi minta wisata Gunung Ciremai ditutup saat acara diskusi bersama Sekda Jabar, Herman Suryatman, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar, Selasa (13/1/2026).

Menurut Dedi, tugas utama Kementerian Kehutanan dan pengelola TNGC adalah menjaga hutan sebagai cagar alam. Namun belakangan ini, mereka justru memberikan izin untuk praktik bisnis dan destinasi wisata yang merusak ekosistem.

"Kementerian Kehutanan itu tugasnya menjaga hutan, bukan membuat ruang usaha."

"Hutan bukan tempat usaha! Saya minta Pak Sekda buat nota dinas dan kirim surat protes resmi ke Kementerian agar komersialisasi ini dihentikan," ujarnya dilansir dari TribunJabar.ID.

Ia menyebut kerusakan alam di Gunung Ciremai akan berdampak langsung pada kekeringan atau bencana bagi warga Kuningan. Sementara itu, pemegang kebijakan di pusat tidak akan merasakan dampaknya.

Dengan gaya khasnya, Dedi lantas menyindir sistem penjagaan hutan oleh aparat. Pasalnya, menurutnya mereka sering kali kebobolan oleh kepentingan wisata.

"Mending hutan itu dijaga sama Kelong Wewe, Genderuwo, atau Kuntilanak saja, selesai."

 

"Kalau Kuntilanak mah tidak tahu caranya membuat izin kawasan wisata di dalam hutan," kelakarnya namun bernada satire.

Sentil Bupati Kuningan Soal Transparansi Lahan

Dedi Mulyadi minta wisata Gunung Ciremai ditutup, sang politisi baru-baru ini juga menyentil Bupati Kuningan soal transparansi lahan. Menurutnya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar tidak terbuka mengenai kondisi riil di lapangan.

"Waktu rapat resmi saya tanya ada alih fungsi lahan tidak? Dijawab tidak ada."

"Tapi di luar forum mengakui ada. Jadi pemimpin itu harus berani terbuka," ujar KDM tegas melalui kanal YouTube pribadinya.

Kasus Penebangan Liar di TNGC

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menggerebek dugaan penebangan liar di kawasan TNGC. Dalam operasi itu, mereka menangkap satu orang berinisial N.

Dilansir Kompas.com, Humas BTNGC, Ady Sularso, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula pada Kamis (8/1/2026) dini hari.

Tim gabungan dari Koramil 1514 Pancalang dan Polisi Hutan BTNGC menemukan sebuah truk bernomor polisi AA 8249 IF yang terparkir di pinggir jalan.

Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan 16 batang pohon sonokeling yang telah dipotong-potong dengan diameter sekitar 80 sentimeter dan panjang sekitar satu meter. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wajib Dicoba, Kebiasaan Sederhana yang Buat Sepatu Padel Tahan Lama
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Ijazah Habib Novel Alaydrus: Cara Mengamalkan Ayat 1000 Dinar agar Diguyur Rezeki Tak Disangka-sangka
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Meski Cuaca Mendung, Pantai Indah Bosowa Tetap Ramai
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Habiburokhman: RJ Eggy Sudjana Bukti KUHP-KUHAP Baru Hadirkan Keadilan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Komdigi Ungkap Faktor Penyebab Kebocoran Data: Sistem Usang-Human Error
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.