Grid.ID - Adly Fairuz menyayangkan narasi yang berkembang di masyarakat dalam kasus dugaan penipuan jalur masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Menurutnya, pemberitaan yang beredar telah memvonis dirinya sebagai dalang utama di balik dugaan penipuan tersebut.
Padahal, fakta hukum yang sebenarnya belum teruji di meja hijau. Mantan suami Angbeen Rishi itu menuturkan beban mental yang harus ditanggungnya.
"Kerugiannya banyak, terutama soal nama baik. Ini bukan cuma soal saya, tapi juga keluarga dan orang-orang terdekat yang ikut terdampak," kata Adly Fairuz, dikutip Grid.ID dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (16/1/2026).
Dampak dari stigma negatif ini dirasakannya begitu cepat. Sebagai public figure, Adly menilai kepercayaan adalah modal utama. Oleh karena itu, satu tuduhan dinilainya bisa meruntuhkan karier profesionalnya dalam sekejap.
Meski merasa terzalimi, Adly menegaskan tidak akan lari dari tanggung jawab hukum. Ia menyatakan kesiapannya untuk kooperatif menjalani seluruh rangkaian persidangan demi membersihkan namanya.
"Saya hanya ingin semuanya dibuktikan secara hukum. Saya percaya kebenaran akan keluar, dan saya bisa memulihkan nama baik saya," pungkasnya.
Terkait ketidakhadirannya dalam sidang perdana yang digelar pada Kamis (15/1/2026) kemarin, pihak Adly memiliki alasan kuat. Pihaknya mengklaim bahwa hingga detik ini kliennya sama sekali belum menerima surat panggilan resmi (relaas) dari pihak Pengadilan Negeri.
Sebelumnya diketahui kasus ini bermula dari laporan korban yang merasa ditipu terkait pengurusan lolos masuk Akpol. Modus penipuan jalur instan masuk instansi kepolisian dengan iming-iming uang pelicin.
Dalam kasus yang menyeret Adly, pihak penggugat mengklaim bahwa sang aktor meyakinkan korban dengan narasi silsilah keluarga. Adly disebut-sebut mengaku sebagai cucu dari salah satu mantan penguasa atau Jenderal di Indonesia untuk memuluskan aksinya. Namun, hal itu juga telah dibantah pihak Adly. (*)
Artikel Asli


