Pentingnya Kontrol Emosi dan Pemahaman Teknis dalam Mengoperasikan Kendaraan Listrik

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

INSIDEN kecelakaan yang melibatkan sebuah taksi listrik baru-baru ini menjadi sorotan publik. Kendaraan tersebut dilaporkan mundur secara tiba-tiba hingga menabrak sebuah kios rumah makan dan merugikan pengguna jalan lainnya. 

Menanggapi kejadian tersebut, Pengamat sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan pentingnya pengendalian emosi bagi setiap pengendara.

Menurut Sony, kecelakaan tersebut menjadi cerminan betapa krusialnya menjaga kondisi psikologis saat berada di balik kemudi. Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Baca juga : BYD Kudeta Tesla, Jadi Raja Mobil Listrik di 2025

“Pada kasus ini jelas pengemudi gagal paham terkait sistem operasional yang benar atau terburu-buru dalam bertindak,” ujar Sony Susmana, Jumat (16/1).

Kewajiban Memahami Sistem Kendaraan

Selain faktor emosional, aspek teknis juga menjadi catatan penting. Sony menjelaskan bahwa pengemudi yang mengoperasikan kendaraan listrik (EV) maupun kendaraan konvensional (ICE) bertransmisi otomatis harus memahami sistem operasional secara mendalam.

Kecenderungan sistem transmisi modern pada kendaraan listrik saat ini banyak menggunakan model tombol (soft touch) atau putar (rotary). Desain ini memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan tuas transmisi konvensional.

Baca juga : Pemerintah Diminta Hitung Dampak Pencabutan Insentif Mobil Listrik secara Matang

Berdasarkan analisisnya terhadap video yang viral di media sosial, Sony menduga adanya kelalaian dalam memindahkan posisi gigi sebelum pengemudi keluar dari kendaraan.

"Yang viral di medsos kemungkinan besar posisi gear R dan tidak di-release ke P oleh drivernya. Hal ini bisa terjadi kelupaan akibat emosi atau terburu-buru dalam operasional. Nah, ini harus menjadi perhatian buat pengemudi yang sistem selected gearnya model tombol/soft touch atau rotater," jelasnya.

Prosedur Keselamatan yang Mutlak

Sony mengingatkan kembali mengenai prosedur keselamatan dasar yang tidak boleh ditawar. Pengemudi dilarang keras meninggalkan kendaraan dalam keadaan mesin atau sistem masih hidup tanpa memastikan keamanan posisi transmisi.

Setiap pengemudi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa transmisi sudah berada di posisi P (Park) dan tuas rem tangan (handbrake) telah ditarik dengan sempurna sebelum beranjak dari kursi kemudi.

Peran Penyedia Jasa Transportasi

Menutup penjelasannya, Sony mendorong perusahaan penyedia jasa transportasi untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada para mitranya. 

Mengingat teknologi kendaraan terus berkembang, bimbingan teknis dari ahli yang memiliki lisensi terpercaya menjadi sangat mendesak.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan standar kompetensi pengemudi sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan, demi terciptanya keselamatan jalan raya yang lebih baik. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arema FC Putus Kontrak Ian Puleio, si Pencetak Gol Kemenangan saat Lawan Persik
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi 2 Pria Masturbasi di Bus TransJakarta Berujung Ditangkap Polisi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kemenhut Buka Kolaborasi dengan Pandawara Group untuk Jaga Hutan
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Tradisi Labuhan Sarangan 2026 Diangkat Jadi Warisan Budaya Takbenda, Dorong Wisata Magetan Meningkat
• 19 jam lalupantau.com
thumb
5 Olahraga yang Bikin Umur Panjang, Sudah Terbukti Ilmiah
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.