Soroti Kasus Lansia yang Tewas Dianiaya Pemuda Mabuk di Bandung, Dedi Mulyadi Turut Berduka dan Beri Rp 50 Juta

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus lansia yang tewas dianiaya pemuda di Bandung terdengar sampai ke telinga Dedi Mulyadi. Mengetahui hal itu Dedi Mulyadi turut berduka atas apa yang menimpa korban.

Sebelumnya, terungkap bahwa kasus lansia yang tewas tersebut diketahui terjadi di sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Penyileukan, Kota Bandung, Selasa (6/1/2026) sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Korban lansia diketahui bernama Ade Dedi (62), dan pelaku penganiayaan bernama Dika Restu Wibowo alias DRW (21). Dan imbas dari penganiayaan yang dilakukan pelaku korban sempat dilarikan ke RSUD Ujung Berung untuk mendapat perawatan intensif di ICU. Namun, nyawa korban tak tolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Berita soal tewasnya korban lantas terdengar sampai ke telinga sang Gubernur Jawa Barat itu. Setelahnya, Dedi Mulyadi turut berduka dengan menyampaikan rasa keprihatinan.

"Sebuah peristiwa yang memilukan, orang tua menegur anak muda yang dicurigai mencuri, kemudian cekcok dan dianiaya, yang pada akhirnya orang tua ini meninggal," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (16/1/2026).

Dedi juga berseloroh dirinya sudah berkomunikasi dengan istri korban, Wati dan anak dari korban. Dimana di momen itu, Wati mengaku saat penganiayaan terjadi banyak orang yang tidak menolong.

"Banyak orang, tapi kalau lihat di video gak ada orang yang nolongin," ujar Wati.

Dan ya, Dedi memang mengakui banyak kebiasaan warga tidak tanggap saat ada kejadian seperti itu. Sehingga nyawa korban pun menjadi tak terselamatkan.

Usai kejadian, anak korban mengakui bahwa keluarga sempat mendapat uang santunan dari minimarket di lokasi kejadian. Namun untuk biaya rumah sakit saat korban dirawat di ICU, menggunakan biaya reguler.

"Waktu pertama di RSUD itu karena harus umum pak, alhamdulillah kita ada bantuan santunan dari pihak toko tersebut sehingga bapak bisa masuk ICU," ucap anak korban.

Ade Dedi sendiri saat dirawat masih dalam kondisi kritis dan harusnya menjalani operasi. Namun sayang keluarga terkendala biaya dan nyawa korban tak tertolong hingga meninggal dunia.

 

Dedi Mulyadi menjelaskan seharusnya di RSUD sudah bisa langsung melayani karena pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang akan menanggung biaya dengan catatan melaporkan kejadian. Namun, anak korban itu menjelaskan dalam keadaan darurat pihaknya tak tahu adanya pelayanan yang dimaksud Gubernur Jawa Barat tersebut.

"Kita awam pak, jadi kita tak tahu soal yang begitu, jadi kita inisiatif untuk membawa pulang dulu bapak, semalam tinggal di rumah," penjelasan anak perempuan korban.

Usai mendengar keseluruhan kejadian, tak memungkiri Dedi Mulyadi turut berduka atas apa yang menimpa korban. Hingga akhirnya mentransfer uang untuk ikut membantu untuk biaya tahlil sekira Rp 25 juta.

Selain itu, nantinya Dedi Mulyadi akan mengirimkan Rp 25 juta untuk kebutuhan istri Ade Dedi. Sehingga total uang bantuan yang diberikan mencapai Rp 50 juta.

"Saya menyampaikan duka sebagai Gubernur Jawa Barat, saya mengucap terima kasih ada warga Jawa Barat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," beber Dedi Mulyadi.

Terakhir, Dedi menghimbau agar kasus penganiayaan yang dialami korban bisa dijadikan pelajaran. Serta menyampaikan apresiasi kepada Ade Dedi karena sudah bertanggung jawab menjaga lingkungan meski pada akhirnya nyawanya jadi taruhan.

Sebelumnya kasus tersebut bermula dari pelaku sempat berbelanja di minimarket. Dan setelahnya pelaku tampak memasukkan sejumlah barang di minimarket ke dalam jaketnya.

Kejadian itu juga diketahui oleh karyawan minimarket yang kemudian melakukan pemeriksaan. Dan siapa sangka, korban Ade Dedi yang bertugas sebagai pengamanan di wilayah itu mendengar kejadian itu. Mengetahui hal tersebut Ade meminta pelaku untuk membayar barang yang dimasukkannya ke jaket.

Namun lantaran uang yang dimiliki pelaku tak cukup, sebagian barang akhirnya tak jadi dibeli. Meski begitu, pelaku rupanya masih merasa tersinggung karena disangka hendak mencari.

Alhasil, pelaku langsung menghampiri korban di area parkir. Di sana, tanpa basa basi, pelaku langsung melakukan penganiayaan. Yakni dengan memukul rahang korban.

Kemudian menginjak leher dan dada korban. Dan seolah masih belum puas, pelaku dengan brutalnya menampar pipi korban dengan sangat keras hingga tak sadarkan diri. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MKGR Tegaskan Soliditas Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Periksa Kejiwaan 2 Pria Masturbasi di Transjakarta
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Nabil Meninggal Dikeroyok Belasan Orang
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Hanya 5 Menit Hujan Deras, Puluhan Rumah di Banyumas Jateng Luluh Lantak Diterjang Puting Beliung
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Donald Trump: Tak Dukung AS Caplok Greenland, Tarif Impor Dinaikkan
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.