Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Pemerintah memacu sektor riil dan UMKM guna melampaui proyeksi moderat Bank Dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme tinggi terhadap ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2026.
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menyentuh angka 5,4 persen, sebagaimana tertuang dalam target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Target tersebut tergolong ambisius di tengah proyeksi lembaga internasional. Bank Dunia sebelumnya merilis estimasi yang lebih konservatif, yakni menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5,0 persen untuk periode yang sama.
Meski terdapat selisih proyeksi, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendorong performa ekonomi melampaui angka tersebut.
"Pemerintah akan terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari target APBN," ujar Airlangga dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 17 Januari 2026.
Strategi Penguatan Sektor Riil
Dalam mencapai target 5,4 persen tersebut, pemerintah mengandalkan sinergi antara penguatan sektor riil dan implementasi paket kebijakan ekonomi yang komprehensif.
Terdapat delapan program prioritas nasional yang menjadi tulang punggung rencana kerja pemerintah tahun ini.
Beberapa poin krusial dalam strategi tersebut meliputi:
• Ketahanan Nasional: Fokus pada kemandirian pangan dan kedaulatan energi.
• Pemberdayaan UMKM: Memaksimalkan peran sektor mikro sebagai motor penggerak lapangan kerja baru.
• Kualitas SDM: Pemanfaatan APBN untuk sektor pendidikan dan perlindungan sosial guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Fokus pada Produktivitas Tenaga Kerja
Selain aspek makro, pemerintah juga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas individu. Program magang bagi lulusan baru (fresh graduates) dan pelatihan intensif terus digulirkan untuk memperkecil celah keterampilan di pasar kerja.
Upaya ini tidak hanya terbatas pada pasar domestik, tetapi juga mencakup fasilitasi penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri di sektor-sektor strategis.
Melalui kombinasi kebijakan fiskal yang terukur dan penguatan daya beli masyarakat, pemerintah meyakini ekosistem ekonomi 2026 akan tetap stabil dan kompetitif di kancah global.
Editor: Redaksi TVRINews




