Arsip Foto Kompas: Suara Aksi Kamisan yang Terus Bergaung

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Ribuan orang berkumpul di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Sebagian dari mereka membunyikan mainan ayam karet mengiringi lantangnya suara orator yang berada tepat di depan mereka. Dalam orasinya ia mengajak untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan selalu berpihak kepada korban.

Banyak di antara mereka membawa poster tuntutan yang umumnya meminta penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negeri ini. Sejumlah poster lain meminta pembebasan aktivis yang ditangkap. Isu penuntasan kasus-kasus HAM memang selalu menjadi isu sentral dalam Aksi Kamisan yang rutin diselenggarakan di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Sungguh terasa spesial aksi di hari itu. Ribuan orang yang hadir untuk memperingati 19 tahun Aksi Kamisan. Sungguh butuh kesabaran, konsistensi, dan daya juang yang luar biasa sehingga aksi mingguan dapat digelar secara rutin hingga saat ini.

Aksi Kamisan sendiri diawali pada 2007, tepatnya pada 18 Januari 2007. Kala itu sejumlah keluarga korban pelanggaran HAM menggelar aksi diam untuk menuntut penuntasan kasus yang menimpa keluarga mereka.

Sambil berlindung di bawah payung hitam, Maria Katarina Sumarsih berdiri tegak di belakang garis polisi. Di samping kanannya dua orang berusia lanjut berdiri sambil membawa foto korban pelanggaran HAM. Mata mereka tajam melihat ke arah Istana Merdeka, Jakarta. Sore itu, Kamis (18/1/2007), mereka mengawali langkah pertama untuk menggugat dan menolak lupa peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

Sumarsih sendiri adalah ibu dari Bernardus Realino Norma Irawan atau Wawan yang tewas ditembak aparat saat Tragedi Semanggi I pada 1998. Saat itu, Wawan masih duduk di semester V Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Jakarta. Sepeninggal anaknya 23 tahun lalu, Sumarsih terus berjuang mencari keadilan. Ia seolah tidak pernah kehilangan api semangat meski tantangan yang dihadapi begitu berliku.

Sejak 2007, bersama Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Sumarsih dan istri almarhum pejuang HAM Munir, Suciwati, menjadi inisiator Aksi Kamisan di depan Istana Negara. Awalnya aksi ini merupakan aksi diam sambil berdiri dan berpayung hitam di seberang Istana Merdeka. Tanpa banyak kata mereka juga membawa foto-foto korban pelanggaran HAM dan berbagai poster tuntutan.

Seiring berkembangnya waktu serta konsistensi,  Aksi Kamisan terus membesar dan diikuti oleh lebih banyak orang dan dari berbagai kalangan, tidak terkecuali anak muda. Bentuk aksi pun juga mulai berubah, dari awalnya yang hanya aksi diam berubah menjadi aksi yang sering kali diisi dengan teatrikal oleh peserta aksi. Orasi dan lantunan lagu mulai sering terdengar dalam aksi ini.

Selain mulai berubah bentuk, isu yang diangkat dalam Aksi Kamisan juga lebih beragam. Umumnya mereka menyikapi berbagai persoalan bangsa dan aneka peristiwa yang terjadi, seperti tragedi Kanjuruhan, kasus keracunan Makan Bergizi Gratis, penangkapan aktivis, hingga pemberlakuan KUHAP baru. Aksi Kamisan juga dilakukan di kota-kota lain dan mengangkat isu yang sama, yaitu penolakan pelanggaran HAM.

Tak jarang juga Aksi Kamisan juga dihadiri dan diisi oleh penampilan grup musik dan artis. Dalam Aksi Kamisan ke-880 yang digelar Kamis (2/10/2025), grup band metal asal Solo, Down For Life, turut serta dalam aksi. Mereka membawakan sejumlah lagu dan ikut menyuarakan tuntutan penyelesaian aneka kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998

Dalam aksi yang digelar pada Kamis (15/1/2026) sejumlah artis dan grup band hadir di seberang Istana Merdeka. Lokasi yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari gerbang utama Istana Merdeka ini seakan menjadi panggung bagi mereka. Sejumlah lagu bernuansa sosial mereka bawakan mengiringi aneka tuntutan yang disuarakan dalam aksi.

Aksi yang menandai peringatan 19 tahun Aksi Kamisan ini diawali dengan aksi diam. Mereka mengangkat poster dan membentangkan spanduk-spanduk tuntutan seperti yang biasa mereka gemakan. Payung hitam dibagikan koordinator aksi kepada peserta. Mereka bersama-sama membuka payung dan menghadap ke arah Istana Merdeka.

Seusai aksi diam, kemudian disusul orasi dari perwakilan elemen massa yang silih berganti menyuarakan aspirasi. Beberapa di antaranya adalah Usman Hamid, perwakilan dari Dago Elos, dan juga Baskara Putra, pentolan grup band Hindia, The Feast, dan Lomba Sihir.

Setelah beberapa orator selesai meneriakkan aspirasi, Aksi Kamisan dilanjutkan dengan pertunjukan musik oleh sejumlah grup musik yang dikenal lantang menyuarakan gerakan perlawanan seperti Sukatani dan The Brandals. Puluhan peserta aksi berjoget bersama artis dan grup band yang sedang tampil.

Aksi sore itu diikuti oleh ratusan orang. Mereka datang dari berbagai tempat untuk ikut serta mendukung tuntutan yang terus disuarakan oleh Aksi Kamisan. Aksi yang akan terus dilakukan sebagai upaya untuk merawat ingatan dan sebagai bentuk solidaritas kepada korban.

Dalam salah satu sesi wawancara bersama Kompas yang dilakukan di rumahnya pada 5 Mei 2021, Sumarsih berharap kelak masyarakat lebih paham pada isu HAM sehingga kebutuhan penghargaan atas HAM tidak lagi menjadi isu yang berjarak di tengah masyarakat. Bagaimanapun HAM merupakan fondasi dasar negara demokratis. Sebuah cita-cita yang dulu diperjuangkan anaknya dan kini terus disuarakan Sumarsih untuk generasi mendatang.

”Kelak saya juga akan meninggal. Namun, saya berharap proses hukum terhadap kasus penembakan mahasiswa ini dijadikan jaminan ke depan agar kasus pelanggaran HAM berat tidak terjadi lagi. Agar tak ada kelompok atau orang yang kebal hukum,” kata Sumarsih.

Seperti salah satu slogan yang sering disuarakan dalam Aksi Kamisan. Jangan Diam, Lawan….

Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Tugu Tani, dari Dituduh Komunis hingga Tragedi Tragis
Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Kudatuli yang Masih Menanti Kejelasan
Baca JugaArsip Foto Kompas: Wajah Depok, dari Kota Satelit menjadi Magnet Perantau


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jika Latih Real Madrid, Ini Susunan Pemain Impian Juergen Klopp untuk Musim 2026-27
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Kemendagri Tekankan Percepatan Pemulihan Aceh Pascabencana
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Slot Sebut Salah Bakal Kembali Perkuat Liverpool pada Pekan Depan
• 12 menit lalumedcom.id
thumb
Urai Kepadatan, One Way di Puncak Bogor Arah Jakarta Diberlakukan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Bisa Cuti Panjang
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.