Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero Keluhkan Mahal Harga Bahan Pokok

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Hari Saktiono

TVRINews, Lamongan

Krisis banjir yang merendam kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kini berdampak serius terhadap kondisi ekonomi warga.

Selain melumpuhkan aktivitas dan mobilitas, genangan air yang telah bertahan selama dua bulan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Terhambatnya jalur distribusi menjadi penyebab utama kenaikan harga.

Sejumlah akses jalan penghubung antardesa terputus akibat terendam banjir, sehingga warga dan pedagang terpaksa mengandalkan perahu sebagai satu-satunya sarana transportasi. Kondisi ini membuat biaya logistik melonjak dan berimbas langsung pada harga jual sembako.

Kepala Dusun Dukun, Suparjo, membenarkan bahwa tekanan ekonomi warga semakin berat. Menurutnya, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kebutuhan dapur utama, seperti beras, minyak goreng, dan telur.

"Banjir sudah berjalan dua bulan. Ekonomi warga, sembako, dan kebutuhan lain mengalami kenaikan. Akses jalan terendam dan hanya bisa dilewati dengan perahu," ujar Suparjo saat ditemui, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan masyarakat, terlebih banyak warga kehilangan penghasilan karena sawah maupun tempat kerja mereka terendam banjir.

Rata-rata harga kebutuhan pokok di wilayah terdampak naik sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 per item dibandingkan harga normal.

"Sembako saat ini naik sangat signifikan, sampai Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per item. Karena akses ke pasar dan keluar masuk wilayah terganggu, harga kebutuhan ikut naik," jelasnya.

Hingga kini, debit air di kawasan Bengawan Jero dilaporkan masih tinggi. Banjir berdampak luas terhadap kehidupan warga, dengan lebih dari 16.988 jiwa terdampak. Tercatat sebanyak 4.752 rumah warga terendam, 6.520 hektare lahan pertanian terendam banjir, serta 87 lembaga pendidikan turut terdampak.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi kelangkaan bahan pokok jika banjir tak kunjung surut. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah konkret, seperti menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga serta menyalurkan bantuan logistik secara merata ke wilayah terdampak banjir.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Selamat! Bali Dinobatkan Jadi Destinasi Terbaik Dunia 2026 versi TripAdvisor
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Koster: Bali peringkat satu destinasi wisata dunia meski digoyang isu
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Penampakan Sisa Pohon di Kebayoran Lama Diduga Ditebang Oknum ASN
• 6 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 17 Januari 2026
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Ekspor Mobil Produksi Indonesia 2025 Tumbuh 9,7 Persen
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.