Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan, Hati-hati Banjir dan Tanah Longsor

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek sepekan ke depan. Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, coba ditekan melalui operasi modifikasi cuaca dan peringatan risiko aktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di wilayah Jabodetabek akan meningkat sepekan ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 18–20 Januari 2026.

Terkait potensi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 16–20 Januari 2026 untuk mengurangi risiko banjir. OMC digelar BPBD bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara.

"OMC merupakan antisipasi potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi," ujar Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji pada Sabtu (17/1/2026).

Banjir melanda puluhan rukun tetangga (RT) dan jalan raya di Jakarta seiring hujan deras pada 12 Januari 2026. Setidaknya 1.137 warga mengungsi karena wilayah permukimannya terendam banjir hingga puluhan sentimeter.

Saat itu curah hujan mencapai lebih dari 150 milimeter (mm) per hari. Curah hujan ini dinilai melebihi daya tampung infrastruktur pengendalian banjir skala mikro dan makro yang dirancang untuk curah hujan 100 mm per hari dan 150 mm per hari.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Jakarta Percepat Keruk Kali dan Modifikasi Cuaca 

Isnawa mengatakan, banjir yang dipicu hujan deras menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Apalagi prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga pekan depan.

Pada 16 Januari 2026 OMC digelar dengan berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Operasi dilakukan dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105. Ada dua sortie penerbangan dengan total bahan semai mencapai 1.600 kilogram natrium klorida (NaCl).

NaCl disebarkan di perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonsentrasi di perairan.

Sortie pertama berlangsung pukul 13.28 WIB–pukul 14.48 WIB dan sortie kedua pukul 15.40 WIB–pukul 17.30 WIB. Pesawat terbang pada ketinggian 8.000–12.000 kaki.

Isnawa menyebut, OMC hari pertama difokuskan di perairan Selat Sunda untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju daratan Jakarta. Langkah preventif ini diharapkan mengurangi potensi hujan lebat.

Seluruh pelaksanaannya dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan pemantauan cuaca terkini oleh BMKG. Analisis dan pemantauan tersebut untuk menentukan waktu dan lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

Baca JugaBencana Puncak dan Bekasi, Peringatan agar Jabodetabek Segera Berbenah
Wisata

Kabupaten Bogor di Jawa Barat sebagai daerah wisata juga mewaspadai potensi banjir dan longsor. Dua jenis bencana itu kerap terjadi saat hujan deras karena alih fungsi lahan, seperti di hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Banyak wisatawan bergerak ke Kabupaten Bogor untuk menikmati wisata alam. Ada kawasan pegunungan, air terjun, hutan, hingga desa wisata yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam dan budaya lokal.

KOMPASIlustrasi - Kepadatan jalur wisata ke Puncak, Bogor di Jawa Barat dan kondisi hulu daerah aliran Sungai Ciliwung di Desa Tugu Utara.

Warga dan wisatawan diimbau memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Bogor secara berkala. Wisatawan diimau untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor, tebing curam, dan aliran sungai saat hujan deras.

Warga dan wisatawan juga diminta untuk segera melapor kepada petugas di lapangan atau BPBD Kabupaten Bogor bila terjadi keadaan darurat atau tanda-tanda bencana.

"Saat seperti ini jangan berteduh di bawah pohon besar, baliho, tiang atau bangunan rapuh ketika hujan disertai angin. Pengendara di jalur wisata atau lainnya agar meningkatkan kehati-hatian karena potensi jalan licin, kabut tebal, dan pohon tumbang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, ketika dihubungi Sabtu (17/1/2026) siang.

Baca JugaAkibat Setengah Hati Mengelola Banjir Jabodetabek

Pada 12 Januari 2026 banjir, tanah longsor, dan angin kencang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Bogor. Banjir melanda Desa Kedungwaringin dan Desa Susukan di Kecamatan Bojonggede; Desa Cipinang di Kecamatan Rumpin; dan Desa Warujaya di Kecamatan Parung.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Jalan Mayor Oking di Kecamatan Citeureup; Desa Pangradin di Kecamatan Jasinga; dan Desa Kampung Sawah di Kecamatan Rumpin. Bencana lain, angin kencang menerpa Desa Babakan di Kecamatan Ciseeng dan Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat rapat tingkat menteri membahas upaya pemulihan lahan serta langkah antisipasi banjir dan longsor di hulu Sungai Ciliwung pada 9 Januari 2026 menyampaikan komitmen untuk membangun kolam retensi, penghijauan, penguatan regulasi, mitigasi bencana, dan penegakan hukum khususnya di Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Ketiga wilayah itu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Rudy mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi warga dari risiko banjir maupun longsor. Penanganannya dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, serta kolaborasi lintas wilayah untuk solusi jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KSP Kirim Pompa Apung dan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Ketua DPD Perindo Lebak Tegaskan Khitanan Massal Bentuk Kepedulian Sosial
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Daop 3 Cirebon Minta Maaf Perjalanan KA Terlambat Imbas Banjir di Jalur Pekalongan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berkunjung ke Bandung Zoo Cukup Bayar Donasi Secara Sukarela
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PLN Operasikan Gardu Induk 150 kV di KEK Setangga, Dorong Industri Hilirisasi Kalsel
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.