Seorang bocah berbaju batik, celana panjang krem, dan peci hitam tampak gelisah menanti iring-iringan Presiden Prabowo Subianto usai peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa hari lalu. Dengan tubuh kecilnya, ia berdiri di tepi jalan bersama warga lain, menyimpan harapan sederhana: berfoto bersama sang Presiden.
Saat kendaraan taktis Maung yang ditumpangi Presiden Prabowo melintas, bocah itu spontan berteriak sambil hendak berlari mendekat. Presiden tampak berdiri di atas kendaraan sambil melambaikan tangan ke arah warga. Namun langkah bocah tersebut tertahan oleh tiga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga.
Tak menyerah, bocah itu terus memanggil nama Prabowo. Ia bahkan mencopot peci hitam yang dikenakannya lalu melambai-lambaikannya ke udara, berusaha menarik perhatian Presiden. Usahanya membuahkan hasil. Presiden Prabowo tiba-tiba menunjuk ke arah bocah tersebut dan memberi isyarat agar ia didekatkan. Kendaraan Maung pun berhenti.
Dengan bantuan petugas, bocah bersongkok hitam itu kemudian naik ke atas kendaraan Maung. Awalnya ia hanya menyalami Presiden sambil mencium tangan, namun Prabowo mengizinkannya untuk naik ke atap Maung dan berfoto bersama beberapa saat.
Presiden Prabowo tampak memeluk bocah tersebut. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya. Mereka bahkan sempat melambaikan tangan bersama ke arah warga yang memadati dua lajur jalan. Momen hangat itu disambut sorak sorai masyarakat yang menyaksikan langsung kedekatan seorang pemimpin dengan anak kecil.
“Betapa Pak Prabowo mencintai anak-anak Indonesia. Adik Nathan galau ingin berfoto, dia berusaha memancing perhatian. Usahanya tak sia-sia dan akhirnya apa yang menjadi harapannya diperhatikan Pak Prabowo. Good job, Adik Nathan,” tulis akun Facebook Cak Ripin Kartun dalam keterangan unggahannya.
Momen itu terjadi usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Usai agenda peresmian, Presiden Prabowo meninggalkan lokasi dengan kendaraan taktis Maung sambil menyapa warga yang berjejer di sepanjang jalan.




