Medan: Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pertama kalinya melakukan pendataan langsung ke wilayah bencana di Sumatera. Sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika (STIS) diterjunkan ke 3 provinsi terdampak, guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
BPS menerjunkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik atau STIS ke wilayah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Para mahasiswa ini merupakan peserta Praktik Kerja Lapangan yang ditempatkan di 15 kabupaten dan kota terdampak bencana.
Pemberangkatan dilakukan pada 14 dan 15 Januari 2026, bekerja sama dengan TNI, menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.
Baca Juga :
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Kementerian PU Siap Bangun 1.200 Hunian“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penyediaan data yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah terdampak,” kata Dadang.
Pendataan difokuskan pada kondisi individu, keluarga, komunitas, hingga infrastruktur, termasuk tingkat kerusakan rumah warga. Di Sumatera Utara, sekitar 210 mahasiswa diterjunkan ke lima daerah, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal.
Baca Juga :
4 Korban Banjir Bandang Aceh Tengah Masih Hilang"BPS memiliki data tunggal yaitu DTSEN. Jadi, kami akan memadupadankan dengan data DTSEN yang ada dan nantinya akan kami serahkan kepada Satgas Bencana," pungkas Dadang.
Kegiatan pendataan berlangsung hingga 27 Januari 2026, sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa STIS dalam mendukung pemulihan wilayah bencana di Sumatera.



