Berolahraga secara rutin dan konsisten sudah lama dikenal baik untuk kesehatan tubuh. Selain membuat badan lebih bugar, olahraga juga terbukti bisa membantu seseorang hidup lebih lama. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan ada jenis olahraga tertentu yang memberikan manfaat umur panjang lebih besar dibandingkan yang lain.
Berdasarkan berbagai studi yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, olahraga teratur dapat menurunkan risiko berbagai penyakit serius, seperti kanker, depresi, demensia, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung dan pembuluh darah.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan masyarakat untuk melakukan setidaknya 150 menit olahraga aerobik intensitas sedang setiap minggu, ditambah dua hari latihan penguatan otot.
Menariknya, manfaat olahraga bisa dirasakan lebih cepat. Aktivitas fisik intens selama empat hingga lima menit setiap hari, jika dilakukan secara konsisten, sudah bisa memberikan dampak positif bagi umur panjang.
"Sedikit itu baik - lebih banyak tentu lebih baik," kata Steven Moore, ahli epidemiologi metabolik dari National Cancer Institute, seperti dikutip dari The New York Times, Sabtu (17/1).
Meski begitu, penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa jenis olahraga memberi keuntungan umur panjang yang lebih besar. Berikut daftarnya:
Tenis
Sebuah studi dari Denmark yang dimuat dalam Mayo Clinic Proceedings menemukan bahwa pemain tenis bisa hidup hampir 10 tahun lebih lama dibandingkan atlet olahraga lain, bahkan lebih lama dari pemain sepak bola dan perenang.
Penelitian lain di Inggris dan Amerika Serikat yang mengikuti partisipan selama sekitar 10 tahun juga menunjukkan bahwa olahraga raket berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan jenis olahraga lain.
Tenis melatih hampir seluruh tubuh dan menuntut perubahan arah yang cepat. Hal ini membantu meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh, jelas Dr. Moore.
"Penelitian menunjukkan bermain tenis secara teratur juga dapat meningkatkan kepadatan tulang dan memperkuat tubuh dari risiko patah tulang," ujar Dr. Moore.
Selain itu, tenis mengombinasikan gerakan intens dengan jeda pemulihan singkat. Pola ini mirip dengan latihan interval yang efektif meningkatkan kebugaran tubuh.
Tenis juga menuntut kemampuan berpikir dan interaksi sosial, dua faktor penting untuk umur panjang, kata Mark Kovacs, ilmuwan olahraga yang pernah melatih petenis papan atas.
Menurut Rochelle Eime dari Federation University Australia, orang yang bermain tenis cenderung terus aktif hingga usia lanjut. "Anda hanya butuh satu pasangan, dan olahraga ini relatif ringan bagi tubuh," jelasnya.
Bersepeda, Berenang, dan Golf
Dalam studi yang dipublikasikan oleh JAMA Network terhadap hampir 300.000 orang dewasa lanjut usia di Amerika Serikat, hasilnya menunjukkan manfaat nyata dari beberapa olahraga.
Bersepeda dikaitkan dengan risiko kematian 3% lebih rendah dalam periode 12 tahun, berenang 5% lebih rendah, dan bermain golf 7% lebih rendah, dibandingkan dengan aktivitas fisik lainnya. Dr. Moore memimpin penelitian tersebut.
Angkat Beban
Latihan beban juga sangat penting untuk penuaan yang sehat. Sebuah analisis besar menemukan bahwa latihan kekuatan selama satu jam per minggu dapat menurunkan risiko kematian hingga 25 persen. Penelitian lain juga mengaitkan latihan beban dengan suasana hati yang lebih baik serta fungsi kognitif yang meningkat.
Latihan kekuatan membantu melawan penurunan massa otot akibat usia, sehingga seseorang tetap mandiri dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari, kata I-Min Lee, ahli epidemiologi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Kesimpulannya, olah raga apa pun tetap bermanfaat jika dilakukan secara rutin. Namun, memilih jenis olahraga yang tepat dan konsisten melakukannya bisa menjadi kunci hidup lebih sehat dan berumur panjang.





