Denpasar (ANTARA) -
Konsulat Jenderal Australia menggandeng Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja untuk memperluas akses pendidikan tingkat lanjut kepada generasi muda di wilayah Bali Utara.
“Ini yang pertama di Bali Utara yang menjadikannya sangat istimewa,” kata Konsul Jenderal Australia Jo Stevens di Denpasar, Bali, Sabtu.
Kerja sama kedua pihak dilaksanakan dengan mendirikan ruang permanen bertajuk Pojok#AussieBanget di kampus tersebut yang diresmikan bersama Rektor Undiksha Prof I Wayan Lasmawan.
Ia menjelaskan di ruang itu mahasiswa dapat menjelajahi buku dan sumber daya negara itu serta mengakses informasi tentang pendidikan di negeri dengan ikon kanguru tersebut, salah satunya program beasiswa Australia Awards.
Pojok di Undiksha itu adalah yang ketiga di Bali setelah di kampus Universitas Udayana (Unud) Denpasar dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.
Diplomat senior itu menambahkan program beasiswa itu merupakan program luar negeri terlama di Indonesia dan menawarkan berbagai beasiswa pascasarjana dan kursus singkat.
Baca juga: Pemkab Badung-Konjen Australia bahas pembangunan Museum Perdamaian
Ada pun pendaftaran untuk program magister dan doktor pada 2027 akan dibuka pada 2 Februari 2026 yang akan dimuat dalam laman resmi program beasiswa australiaawardsindonesia.org.
Sementara itu, selama mengunjungi Singaraja, Kabupaten Buleleng, 12-13 Januari 2026, Jo Stevens juga mengunjungi program bantuan langsung dari negara itu dan melihat investasi dari pemerintahnya di wilayah tersebut.
Ia meninjau Global Village Foundation (GVF), sebuah organisasi nirlaba lokal yang menerima dukungan dari negara itu melalui Program Bantuan Langsung (DAP).
Dengan dukungan ini, GVF dapat mulai membangun kembali terumbu karang lokal dan mendukung penyandang disabilitas agar tetap sehat.
Stevens juga bertemu dengan sejumlah alumni yang bekerja di Bali Utara untuk mendengar tentang karier dan pengalaman studi mereka di Australia dapat membantu pekerjaan dan komunitas mereka.
Ia juga meninjau Atlas Pearls, sebuah perusahaan Australia-Indonesia yang membuka lapangan kerja di Bali Utara, serta berfokus pada keberlanjutan dan dukungan bagi komunitas lokal.
Baca juga: FK Unej dampingi Undiknas Denpasar dirikan Fakultas Kedokteran
Konsulat Jenderal Australia menggandeng Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja untuk memperluas akses pendidikan tingkat lanjut kepada generasi muda di wilayah Bali Utara.
“Ini yang pertama di Bali Utara yang menjadikannya sangat istimewa,” kata Konsul Jenderal Australia Jo Stevens di Denpasar, Bali, Sabtu.
Kerja sama kedua pihak dilaksanakan dengan mendirikan ruang permanen bertajuk Pojok#AussieBanget di kampus tersebut yang diresmikan bersama Rektor Undiksha Prof I Wayan Lasmawan.
Ia menjelaskan di ruang itu mahasiswa dapat menjelajahi buku dan sumber daya negara itu serta mengakses informasi tentang pendidikan di negeri dengan ikon kanguru tersebut, salah satunya program beasiswa Australia Awards.
Pojok di Undiksha itu adalah yang ketiga di Bali setelah di kampus Universitas Udayana (Unud) Denpasar dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.
Diplomat senior itu menambahkan program beasiswa itu merupakan program luar negeri terlama di Indonesia dan menawarkan berbagai beasiswa pascasarjana dan kursus singkat.
Baca juga: Pemkab Badung-Konjen Australia bahas pembangunan Museum Perdamaian
Ada pun pendaftaran untuk program magister dan doktor pada 2027 akan dibuka pada 2 Februari 2026 yang akan dimuat dalam laman resmi program beasiswa australiaawardsindonesia.org.
Sementara itu, selama mengunjungi Singaraja, Kabupaten Buleleng, 12-13 Januari 2026, Jo Stevens juga mengunjungi program bantuan langsung dari negara itu dan melihat investasi dari pemerintahnya di wilayah tersebut.
Ia meninjau Global Village Foundation (GVF), sebuah organisasi nirlaba lokal yang menerima dukungan dari negara itu melalui Program Bantuan Langsung (DAP).
Dengan dukungan ini, GVF dapat mulai membangun kembali terumbu karang lokal dan mendukung penyandang disabilitas agar tetap sehat.
Stevens juga bertemu dengan sejumlah alumni yang bekerja di Bali Utara untuk mendengar tentang karier dan pengalaman studi mereka di Australia dapat membantu pekerjaan dan komunitas mereka.
Ia juga meninjau Atlas Pearls, sebuah perusahaan Australia-Indonesia yang membuka lapangan kerja di Bali Utara, serta berfokus pada keberlanjutan dan dukungan bagi komunitas lokal.
Baca juga: FK Unej dampingi Undiknas Denpasar dirikan Fakultas Kedokteran




