Penulis: Fityan
TVRINews- Jakarta
Presiden tekankan penguatan pertahanan nasional dalam pertemuan rutin di Istana Merdeka.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis bersama jajaran pejabat utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jumat 16 Januari . Pertemuan ini fokus pada pembahasan arah kebijakan pertahanan serta proyeksi geostrategi Indonesia di masa mendatang.
Dalam agenda rutin tersebut, Kepala Negara menerima Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, serta para Kepala Staf dari matra Darat, Laut, dan Udara. Kehadiran para petinggi militer ini menandai koordinasi intensif pemerintah dalam merespons dinamika keamanan regional.
Presiden Prabowo, yang didampingi Menteri Pertahanan dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, memberikan arahan langsung mengenai penguatan postur pertahanan. Sebagai Panglima Tertinggi, ia menggarisbawahi pentingnya kesiapan militer dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Fokus Strategi dan Keamanan
Narasi yang berkembang dalam pertemuan tersebut menitikberatkan pada modernisasi strategi keamanan nasional. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan stabilitas domestik tetap terjaga di tengah pergeseran geopolitik internasional.
"Presiden menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait posisi geostrategi Indonesia ke depan," kutip Instagram @sekretariat.kabinet sabtu 17 Januari 2026
Selain aspek teknis pertahanan, pertemuan ini juga melibatkan Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet untuk memastikan bahwa kebijakan militer selaras dengan visi birokrasi dan administrasi pemerintahan.
Diskusi di Istana Merdeka ini menjadi sinyal kuat komitmen Jakarta dalam memperkuat kedaulatan negara melalui sinergi antara kebijakan politik dan kekuatan militer. Hingga berita ini diturunkan, detail spesifik mengenai rencana geostrategi yang dibahas masih bersifat internal untuk kepentingan keamanan nasional.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3106353/original/049287800_1587304280-Kolase_-_Timnas_Indonesia_di_Piala_AFF.jpg)
