Pemerintah mendorong percepatan digitalisasi UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi digital nasional dengan menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, dalam Registry Registrar CEO Meeting 2026 yang diselenggarakan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Semarang, Jawa Tengah.
Tiar Nabilla Karbala hadir sebagai narasumber pada sesi Business Insight and Discussion yang berlangsung di Hotel PO Kota Semarang, Rabu (14/1). Forum tersebut membahas peran identitas domain dalam memperluas akses digital serta meningkatkan daya saing UMKM, koperasi, dan sektor pendidikan di tengah perkembangan ekonomi digital.
Dalam forum itu, Tiar menyampaikan bahwa digitalisasi usaha, termasuk pemanfaatan domain dan website, merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi digital yang strategis dan perlu dipahami secara menyeluruh oleh pelaku usaha.
“Pada forum Business Insight ini, pemerintah ingin mendorong pemahaman bersama bahwa digitalisasi usaha melalui pemanfaatan domain atau website merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi digital yang strategis. Identitas domain yang kuat dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM, koperasi, dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kredibilitas, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan usaha yang berdaya saing,” ujar Tiar.
Baca Juga: Tren Kuliner Viral Sepanjang 2025, Dorong Pertumbuhan UMKM ke Level 6,5%
Ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi. Menurut Tiar, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan platform digital, tetapi juga penguatan identitas digital yang dikelola secara mandiri oleh pelaku usaha.
Tiar menilai penggunaan domain yang kredibel menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pasar sekaligus memperluas akses UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Identitas digital yang kuat dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas jaringan, meningkatkan visibilitas, serta memperkuat posisi tawar di tengah persaingan yang semakin ketat.
Selain infrastruktur digital, Tiar juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai faktor penopang penguatan UMKM. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan literasi manajemen usaha berperan penting dalam menciptakan iklim UMKM yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, literasi yang baik akan membuat UMKM Indonesia lebih adaptif, relevan, dan mampu merespons perubahan pasar dengan lebih cepat, termasuk dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
Baca Juga: Perempuan Berperan Penting dalam Peningkatan Ekonomi RI di Tengah Pertumbuhan UMKM
Sesi Business Insight and Discussion dalam Registry Registrar CEO Meeting 2026 turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah dan lembaga pendukung ekosistem digital. Narasumber berasal dari Kementerian Koperasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta SMESCO Indonesia.
Para pembicara membahas berbagai isu strategis, mulai dari peran identitas domain dalam mendukung digitalisasi koperasi dan sektor pendidikan, hingga pemanfaatan data dan insight UMKM sebagai dasar perumusan kebijakan serta pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran.
Melalui penyelenggaraan Registry Registrar CEO Meeting 2026, PANDI menargetkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, registrar, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan dan pemanfaatan domain .id. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital nasional serta memperkuat daya saing UMKM dan sektor strategis lainnya di era ekonomi digital.



