Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengungkapkan kondisi cuaca saat pesawat tersebut hilang kontak.
"Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer (Km) dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Baca Juga: Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Sulsel Bawa 8 Kru dan 3 Penumpang
Lebih lanjut terkait antisipasi kondisi cuaca, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca.
Operator penerbangan juga diimbau melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal, serta mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, take off, dan landing sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
"Selain itu, operator penerbangan diimbau untuk mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan terjadinya incident dan accident, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di kondisi cuaca buruk maupun wilayah pegunungan," ucapnya.
Pesawat ATR 42-500 hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Maros pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Lukam mengatakan pesawat ATR hilang kontak tersebut jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT).
Menurut penuturannya, Pesawat ATR buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut hilang kontak saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG).
Baca Juga: Basarnas Kerahkan Personel Cari Pesawat ATR yang Dilaporkan Hilang Kontak di Maros
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pesawat atr
- pesawat atr hilang kontak
- pesawat hilang kontak
- maros
- kondisi cuaca
- sedikit berawan




