Jejak Sunyi Sejarah di Benteng Palasari yang Menunggu Dibaca Ulang

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di lereng perbukitan Sumedang, Benteng Palasari berdiri dalam senyap, seperti benteng palasari, tumbuhan berduri yang menjadi namanya, yang kokoh menjaga rahasia masa lalu. Selama bertahun-tahun, situs ini hadir lebih sebagai lanskap yang terlewati ketimbang narasi sejarah yang dipahami. Kini, upaya negara untuk mengangkatnya sebagai cagar budaya nasional membuka kembali perbincangan tentang ingatan kolektif, kolonialisme, dan bagaimana sejarah seharusnya dirawat, bukan sekadar disimpan.

Benteng Palasari merupakan kompleks pertahanan yang diperkirakan dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1914, pada masa Hindia Belanda. Struktur ini terdiri atas delapan benteng dengan tata ruang yang tersebar dan saling terhubung, menunjukkan perencanaan militer yang matang. Keberadaan ruang-ruang dengan posisi beragam mengindikasikan fungsi strategis benteng ini, baik sebagai pos pengawasan, pertahanan, maupun pengendalian wilayah. Sumedang, pada masa itu, berada dalam jalur penting pengamanan wilayah Priangan, sehingga benteng ini diduga kuat berperan dalam sistem pertahanan kolonial menghadapi potensi perlawanan rakyat dan dinamika geopolitik regional.

Baca Juga
  • Realisasi Penerimaan Pajak Pariwisata Bandung Barat pada 2025 Naik, Segini Besarannya!
  • JCB Bidik Belanja Wisatawan Kelas Menengah Indonesia
  • PIK Tawarkan Pengalaman Wisata Tematik Sepanjang Januari

Dalam lintasan sejarahnya, Benteng Palasari bukan sekadar bangunan batu, melainkan saksi bisu fase akhir kolonialisme Belanda di Jawa Barat. Ia merekam kecemasan kekuasaan kolonial yang mulai rapuh, sekaligus menandai perubahan lanskap politik dan militer menjelang Perang Dunia I. Meski belum seluruh peristiwa yang terjadi di dalam dan sekitar benteng ini terungkap secara detail, justru di situlah pentingnya riset mendalam: untuk mengubah bangunan bisu menjadi teks sejarah yang dapat dibaca dan dipelajari publik.

Kesadaran akan pentingnya pengungkapan sejarah inilah yang mendorong Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengambil langkah serius. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa riset menjadi pintu awal yang krusial untuk memahami proses pembangunan, peruntukan, serta peristiwa-peristiwa yang pernah berlangsung di Benteng Palasari. Penetapan sebagai cagar budaya nasional tidak dimaksudkan sekadar memberi label administratif, melainkan sebagai upaya sistematis untuk menempatkan situs ini dalam peta sejarah nasional secara utuh dan bertanggung jawab.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lebih jauh, pemerintah memandang Benteng Palasari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah yang hidup. Struktur bangunannya yang relatif kuat, ditambah lanskap alam sekitarnya, memungkinkan situs ini diolah menjadi ruang edukasi publik dengan narasi yang kaya dan berbasis literasi sejarah. Wisata sejarah, dalam perspektif ini, bukan hiburan kosong, melainkan sarana pembelajaran kritis tentang masa lalu dan dampaknya terhadap kehidupan hari ini.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lestari Moerdijat: Butuh Penguatan Ekosistem Digital Tepat untuk Dukung Pertumbuhan Kreativitas Anak Bangsa
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pembalakan Liar di Taman Nasional Gunung Ciremai, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pertama Kalinya China Akui Chengdu J-10CE Kalahkan Jet Tempur Rafale India
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Penjaga Parkir Stasiun Klender Tata Motor Pelanggan: Sesuai Jam Pulang
• 23 jam lalukompas.com
thumb
4 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Disapu Angin Puting Beliung
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.