EtIndonesia. Gedung Putih pada Kamis (15 Januari) menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memantau dengan saksama situasi di Iran dan telah menyampaikan peringatan keras kepada otoritas Teheran. Jika pembunuhan dan aksi eksekusi terus berlanjut, Iran akan menghadapi “konsekuensi serius”. Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa rencana Iran untuk melaksanakan ratusan eksekusi telah ditangguhkan.
Berikut laporan dari koresponden New Tang Dynasty di Washington, Zhang Liang.
Reporter Zhang Liang: “Juru bicara Gedung Putih, Leavitt, mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Trump dan tim penasihatnya telah dengan tegas menyampaikan sikap kepada rezim Iran: jika penindasan terus berlanjut, Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.”
Juru bicara Gedung Putih, Karolina Leavitt: “Mengenai Iran, yang ingin saya sampaikan adalah Presiden dan timnya telah menyampaikan kepada rezim Iran bahwa jika pembunuhan terus berlanjut, akan ada konsekuensi yang serius. Presiden saat ini mengetahui bahwa sekitar 800 eksekusi yang telah dijadwalkan dan seharusnya dilaksanakan kemarin, kini telah dihentikan.”
Leavitt menambahkan bahwa Gedung Putih terus memantau situasi di lapangan di Iran, dan terkait langkah selanjutnya, presiden tetap membuka semua opsi.
“Hanya Presiden Trump sendiri yang tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Hanya ada satu tim penasihat yang sangat, sangat kecil yang mengetahuinya. Presiden akan terus memantau perkembangan situasi dengan saksama, dan tetap mempertahankan semua opsi yang memungkinkan,” ujarnya.
Selain situasi Timur Tengah, keputusan personalia Trump juga menarik perhatian. Terkait kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) yang menjadi sorotan publik, Gedung Putih menyatakan bahwa presiden masih berada dalam tahap evaluasi akhir.
“Faktanya, seperti semua keputusan lainnya, ini adalah keputusan yang harus dibuat langsung oleh presiden. Ia yakin akan mengambil keputusan akhir dalam beberapa minggu ke depan. Jadi, mari kita tunggu dan lihat,” ujarnya.
Reporter Zhang Liang: “Dalam hal diplomasi, Leavitt juga menyebutkan bahwa Presiden Trump pada Kamis bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado. Leavitt mengakui bahwa meskipun Trump menghargai keberanian dan suara Machado, sikap skeptis presiden terhadap kemampuannya untuk memimpin negara tersebut tidak berubah.” (Hui)
Dilaporkan oleh Zhang Liang dan Yixin, New Tang Dynasty Television, Washington DC, Amerika Serikat.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4980621/original/093451800_1729924771-WhatsApp_Image_2024-10-26_at_13.23.50.jpeg)
