Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jumat (17/1). Rapat tersebut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Selain itu hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Rapat juga dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Suasana rapat diunggah dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu (17/1).
Teddy mengatakan, dalam rapat, Prabowo menjelaskan beberapan arahan terkait strategi pertahanan dan keamanan. "Serta rencana geostrategi mendatang," demikian penjelasan dalam akun Instagram Setkab. Meski demikian, belum ada penjelasan lebih detail terkait strategi yang dimaksud.
Beberapa bulan lalu, Prabowo telah memerintahkan TNI untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Dia juga mengingatkan agar Panglima TNI terus memodernisasi organisasi untuk merespons kemajuan zaman.
"Kaji terus organisasi, bila perlu organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa Indonesia," kata Prabowo saat perayaan HUT Ke-80 TNI di Jakarta, Minggu (5/10).
Prabowo meminta Jenderal Agus dan para kepala staf di TNI agar lembaga tersebut terus mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi. Prabowo memerintahkan Panglima TNI dan para kepala staf melakukan seleksi kepemimpinan di tubuh TNI.
Dia juga menginstruksikan Jenderal Agus dan para kepala staf menyeleksi pemimpin yang dirasa kompeten tanpa memandang usianya. "Tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air," kata Prabowo.



