Pesawat milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di Maros, bukan berjenis ATR 400. Berdasarkan keterangan resmi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, pesawat itu berjenis ATR 42-500.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, dalam keterangannya, Sabtu (17/1).
Lukman menjelaskan, pesawat itu mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Pesawat berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
"Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt Andy Dahananto," ucapnya.
Berdasarkan situs Flight Radar 23, disebut pesawat ini juga berjenis ATR 42-500. Dari situs itu, pesawat ini masih melakukan penerbangan pada Jumat (16/1) kemarin dengan rute Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 WITA pesawat tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak. Pesawat terakhir terdeteksi berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan koordinat 04°57’08” LS-119°42’54” BT.
Untuk mendeteksi dan menemukan pesawat itu, Basarnas menurunkan sebanyak 60 personel Basarnas dan potensi SAR.



