MESKI cuaca gerimis dan gelapnya malam menjadi tantangan, operasi pencarian di Gunung Bulusaraung tetap berlanjut. Tim gabungan mengerahkan 400 hingga 500 personel yang disebar di empat titik lokasi mencari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang, Sabtu (17/1).
"Ya, untuk melihat dari cuaca, kami melihat itu sampai saat ini sama Pak Dandim masih di sini. Masih kita gerakkan dulu anggota ke sana, ke kaki gunung Bulusaraung," ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Ia menambahkan, tim masih akan melihat kondisi cuaca. "Kalau memang memungkinkan, kita tetap melaksanakan pencarian," lanjut Sultan.
Baca juga : Pesawat Hilang di Maros Berstatus Armada Patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pernyataan ini menegaskan bahwa keselamatan tim dan evaluasi real-time kondisi alam menjadi prioritas, namun semangat untuk melanjutkan operasi tetap tinggi.
Personil yang ratusan tersebut disebar untuk melakukan penyisiran di empat titik lokasi berbeda yang menjadi fokus pencarian.
Salah satu titik yang disebutkan, digambarkan dengan koordinat berwarna merah pada peta, diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan dari posko utama, menunjukkan medan yang berat dan luasnya area pencarian.
Basarnas, sebelumnya menerima info dari Airnav Makassar pukul 13.17 WITA bahwa telah terjadi lost contact dengan pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air yang dioperasikan atau disewa oleh KKP, berpenumpang 10 orang. (LN/I-1)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475287/original/059802500_1768562929-persija_paruh_musim-2.jpg)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F17%2F6f5d4e71b9735872409f1d6a4f6242b4-20260117_VB_PESAWAT_HILANG_ID.jpg)

