FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sikap Dian Sandi PSI yang dinilai ngotot membela ijazah Jokowi meski telah ditemukan banyak kejanggalan mendapat tanggapan dari Sigit D Wisnu.
Dilihat dari akun media sosial X pribadinya, Dian Sandi mengaku membela Jokowi bukan karena ngotot tetapi memakai pendekatan sejarah.
Pernyataan Dian Sandi kemudian dibalas oleh Sigit D Wisnu seorang konten kreator yang juga membidangi teknologi dan juga kolektor robot-robotan dan hotwheels.
“Mas Dian, hati hati. Jangan menghamba sama Manusia. Dosanya besar sekali. Kalau beliau salah, dan mas bela terus menerus dengan kasih alasan yang gak masuk akal. Nanti balik ke Mas lagi. Mending kalau gak punya kapasitas bela beliau, baiknya diam saja mas,” saran Sigit.
Menurut Sigit, yang benar-benar kuliah tahu ada yang mencurigakan dengan ijazah mantan presiden Jokowi.
“Lah beliau aja salah kok nyebut nama jurusan kuliahnya sendiri. Nama Dosen pembimbing salah yang kemudian diralat,” sambung Sigit, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Kalau yang benar-benar kuliah gak mungkin salah terkait hal basic kaya itu. “Simple banget kok,” tutupnya.
Sebelumnya, dr Tifauzia Tyassuma menyampaikan bahwa pihaknya telah memegang ijazah asli lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tahun 1985 sebagai dokumen pembanding.
Ijazah tersebut, kata dia, telah dianalisis secara digital bersama Roy Suryo dan Rismon.
Dokter Tifa menilai ratusan dokumen lain layak untuk diteliti lebih lanjut secara menyeluruh.
“Ini transkrip asli lulusan kehutanan UGM tahun 1985. Sangat berbeda, 180 derajat, dengan transkrip yang dirilis Bareskrim pada 22 Mei 2025,” katanya.
Sementara itu, Roy Suryo juga telah memperlihatkan salah satu ijazah pembanding alumni Fakultas Kehutanan UGM yang diyakini asli.
Ijazah yang diperlihatkan tersebut, sangat banyak perbedaan dengan ijazah Jokowi yang pernah ditampilkan Dian Sandi di postingannya.
Salah satu yang paling tampak adalah model tulisan sangat berbeda dan materai yang juga berbeda warna.
Hal yang mencurigakan lainnya adalah pada lembar pengesahan skripsi Jokowi di mana tanda tangan yang mestinya tertera di skripsi itu tidak lengkap. Semua yang pernah menjalani perkuliahan dan jadi sarjana tahu pasti bahwa lembaran pengesahan tersebut harus lengkap.
Adapun, foto pria berkacamata di lembaran ijazah Jokowi dinilai sangat berbeda dengan wajah asli ayah Wapres Gibran itu.
Pandangan terkait wajah yang berbeda itu disampaikan oleh Eks Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno. Dia menyebut, foto di ijazah tersebut sama sekali tidak ada kemiripan dengan wajah Jokowi. (sam/fajar)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475625/original/060214700_1768633541-1000346514.jpg)


