Tinggalkan Brimob, Bripda Muhammad Rio jadi Tentara Bayaran Rusia hingga Terima Gaji Fantastis

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini mencuat terkait kisah seorang anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio yang meninggalkan  tugas tanpa izin atau desersi dari Brimob Polda Aceh dan menjadi Tentara bayaran Rusia.

Bahkan, kabarnya saat jadi Tentara bayaran Rusia, Bripda Muhammad Rio digaji begitu fantastis.

Dalam pengakuannya, Bripda Muhammad Rio mendapat gaji RUB 210 ribu atau senilai Rp 42 juta per bulan sebagai tentara Rusia.

Selain itu, Rio juga menyandang pangkat Letda dalam pasukan Rusia tersebut. Di awal bergabung, dia mendapat bonus senilai RUB 2 juta atau senilai Rp 420 juta.

Informasi yang tersebar itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto.

"Sementara benar," kata Kombes Joko saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Joko menjelaskan Rio desersi setelah mendapat hukuman demosi atas pelanggaran kode etik perselingkuhan dan menikah siri.

"Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun," ucap Joko.

Kemudian, lanjut dia, sejak 8 Desember 2025, Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan yang jelas. 

Kemudian pada 7 Januari 2026, tiba-tiba Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin.

Pesan tersebut berisi informasi disertai foto dan video yang menunjukkan Bripda Rio telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.

Rio juga menyertakan gambaran proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang Rubel yang dikonversi ke Rupiah.

Sebelum pesan tersebut diterima, Joko memaparkan, Siprovos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan pencarian ke rumah orang tua maupun rumah pribadi Bripda Rio. Bripda Rio juga telah dipanggil dua kali pada 24 Desember 2025 dan 6 Januari 2026.

"Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, kami telah melakukan upaya pencarian dan pemanggilan. Bahkan, upaya tersebut telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026," jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiga Pegawai KKP Jadi Penumpang di Pesawat ATR 400 yang Hilang di Maros 
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Sinopsis Drama China Perfect Mismatch, Kisah Kocak CEO Dingin yang Tumbang di Tangan Gadis Jago Kungfu, Siap-siap Ngakak!
• 14 jam lalugrid.id
thumb
AS Tuduh Afrika Selatan Abaikan Perintah untuk Pulangkan Kapal Perang Iran
• 14 jam laluidntimes.com
thumb
Buron Pencurian Motor yang Tembak Warga Palmerah Ditangkap, Senjata Api Rakitan hingga Motor Disita
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
IMO dan Cermin Risiko Industri Maritim Nasional
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.