REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Utara, Sabtu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa tujuh kru dan tiga penumpang. "Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR 400 hilang komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan," ujar Marsma TNI I Nyoman dalam keterangan resmi.
Baca Juga
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, GM Bandara Adisutjipto Pastikan Prosedur Lengkap Sebelum Terbang
Kapolda Aceh: Saya tak Tahu Motif Rio Gabung Tentara Rusia
Karhutla di Aceh Barat Meluas, 5 Hektar Lahan Hangus Terbakar
Ia menyebutkan titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, helikopter H225M Caracal dengan Pilot Komando (PIC) Kapten Penerbang (Pnb) Rahman lepas landas dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin, dan satu kendaraan Vehicle Control Post (VCP) untuk memperkuat tim gabungan.
Tim gabungan dimaksud terdiri atas Kepolisian Resor (Polres) Maros, Komando Distrik Militer (Kodim) 1422/Maros, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). "Seluruh unsur saat ini telah merapat ke posko lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian," tuturnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)