TABLOIDBINTANG.COM - Harapan besar Warner Bros terhadap Joker: Folie à Deux ternyata tak berujung manis. Sekuel yang digadang-gadang mampu mengulang kesuksesan film pertamanya justru tampil mengecewakan di tangga box office global.
Alih-alih meraih keuntungan, film yang dibintangi Joaquin Phoenix dan Lady Gaga itu mengalami kerugian hingga ratusan juta dolar.
Kondisi tersebut memicu evaluasi serius di internal Warner Bros Pictures.
Di tengah sorotan tajam publik, Michael De Luca, CEO Warner Bros Motion Picture Group, akhirnya buka suara.
Meski mengakui hasil komersialnya jauh dari harapan, De Luca tetap memberikan pembelaan terhadap arah kreatif yang diambil sutradara Todd Phillips.
“Film ini punya pendekatan yang sangat berbeda. Bisa dibilang revisionis,” ujar De Luca dalam wawancara terbarunya.
Menurutnya, konsep yang diusung memang terlalu berani dan berisiko untuk pasar film global yang lebih luas.
Namun demikian, De Luca menegaskan dirinya tetap mengapresiasi keberanian tim kreatif.
“Saya pribadi menyukai film ini. Todd Phillips dan Scott Silver berani tidak mengulang formula lama seperti kebanyakan sekuel,” ungkapnya.
Di balik layar, kegagalan Joker 2 disebut tak lepas dari kebebasan kreatif penuh yang diberikan kepada Todd Phillips.
Kesuksesan film pertama yang meraup lebih dari USD 1 miliar setara Rp 13,4 Triliun membuat sang sutradara mendapat kepercayaan mutlak dari studio.
Sejumlah keputusan produksi kemudian menjadi sorotan, mulai dari penolakan terhadap test screening hingga sikap Phillips yang menegaskan film ini berdiri terpisah dari semesta DC Studios yang kini dipimpin James Gunn dan Peter Safran.
Tak hanya itu, biaya produksi juga membengkak hingga menyentuh angka USD 200 juta, termasuk bayaran besar untuk Joaquin Phoenix dan Lady Gaga.
Akibatnya, Warner Bros kini harus menelan kenyataan pahit. Kerugian film ini diperkirakan mencapai USD 150–200 juta, menjadikannya salah satu kegagalan finansial terbesar studio dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut menjadi pengingat keras bagi industri Hollywood tentang risiko memberikan kontrol kreatif tanpa batas tanpa sistem pengawasan yang seimbang.
Meski Lady Gaga dikabarkan tetap percaya diri dengan penampilannya sebagai Lee Quinzel, masa depan Todd Phillips dan Joaquin Phoenix sebagai jaminan box office kini mulai dipertanyakan.
Warner Bros pun disebut akan melakukan evaluasi besar-besaran dalam menentukan proyek-proyek ambisius ke depan, agar kegagalan serupa tak kembali terulang.




