Pantau - Bupati Temanggung, Agus Setyawan, melepas tim relawan gabungan serta bantuan kemanusiaan senilai Rp1,24 miliar untuk korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan fokus utama pada sektor pendidikan.
Fokus pada Rehabilitasi Sekolah dan Sarana PendidikanPelepasan relawan dan bantuan dilakukan di Rumah Dinas Bupati Pendopo Pengayoman Temanggung, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
Bupati Agus Setyawan menyampaikan bahwa bantuan yang dikirimkan difokuskan untuk memulihkan sarana pendidikan di wilayah terdampak.
"Bantuan Temanggung Peduli Aceh Tamiang ini kita fokuskan di bidang pendidikan. Kita akan merehabilitasi dua Sekolah Dasar dan satu PAUD beserta sarana-prasarananya, termasuk seragam sekolah anak-anak," ungkapnya.
Tiga sekolah yang menjadi target rehabilitasi adalah SD Negeri Pahlawan di Kecamatan Karang Baru, SD Negeri Upah di Kecamatan Bendahara, serta TK Pembina Desa Pahlawan.
Dana bantuan berasal dari penggalangan masyarakat Temanggung yang dimulai sejak dikeluarkannya Surat Edaran Bupati pada 3 Desember 2025.
Jenis bantuan yang akan disalurkan mencakup pengecatan kelas, penyediaan komputer, alat tulis, alat kebersihan, meja dan kursi guru.
Sebanyak 500 paket sarana pendidikan juga akan dibagikan kepada siswa, berisi tas, sepatu, dan seragam sekolah, yang disalurkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.
28 Relawan Terlibat, Misi Kemanusiaan Berlangsung Dua PekanTotal 28 personel relawan dari berbagai organisasi diterjunkan dalam misi yang berlangsung selama dua pekan, dari tanggal 21 hingga 28 Januari 2026.
Selain rehabilitasi fisik, tim relawan juga akan mengadakan kegiatan trauma healing bagi 50 guru di sekolah yang terdampak.
Bupati Agus memberikan pesan khusus kepada para relawan agar menyelesaikan misi sepenuhnya sebelum kembali ke Temanggung.
"Harapan saya, relawan jangan pulang dulu sebelum tiga sekolah itu selesai direhabilitasi. Jangan hanya tampilannya saja, tetapi fasilitasnya nanti betul-betul bisa digunakan untuk belajar mengajar anak-anak dan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang," ia mengungkapkan.
Salah satu relawan, Duwik Setiyanto, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas.
Duwik, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk pengangkut sampah di bawah Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Temanggung, dipercaya menjadi pengemudi truk serbaguna milik BPBD Temanggung dalam misi kali ini.
"Kapasitas truk ini empat ton. Di dalamnya berisi cat dan berbagai logistik untuk mendukung renovasi sekolah. Mohon doa restu masyarakat Temanggung agar misi kemanusiaan ini diberikan kelancaran," ujarnya.


