Bisnis.com, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu proses pencarian pesawat ATR Indonesia Air Transport yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026).
Tim SAR gabungan juga terus melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir hilangnya kontak pesawat. Namun hingga berita ini ditulis, pesawat belum juga ditemukan.
Andi Sudirman menyebut, cuaca yang berkabut di sekitar lokasi cukup mempersulit proses pencarian. Belum lagi kondisi geografis yang didominasi pegunungan menjadi tantangan utama dan menyulitkan akses di lokasi.
Oleh sebab itu dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami mengajak kepada semua warga untuk mendoakan yang terbaik dan bersabar. Ada penemuan serpihan sebagai petunjuk dalam pencarian dari warga tapi kita tetap menunggu informasi resmi dari tim SAR. Harap semua bersabar," ungkapnya, Sabtu (17/1/2026).
Andi Sudirman menambahkan pencarian terus dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan setempat.
Baca Juga
- Puing Pesawat Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Diduga Milik Indonesia Air Transport
- Daftar Manifes Penumpang Pesawat Indonesia Air yang Hilang Kontak di Maros
- Kronologi Pesawat ATR Indonesia Air Hilang Kontak di Maros
Pihak Basarnas juga telah menyampaikan jika setiap perkembangan terbaru akan segera disampaikan secara resmi kepada publik. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari kepanikan.
Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan penambahan personel serta optimalisasi peralatan, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Basarnas serta tim dari Pemprov Sulsel ditambah 3 ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan untuk bergerak cepat. Helikopter pencarian dan tim darat sudah menuju ke lokasi indikatif, namun masih terkendala medan yang berat dan kondisi cuaca,” ujar Andi Sudirman.



