Menteri KKP Pastikan Pengawasan Udara Jadi Bagian Rutin Operasi Kelautan

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengatakan jika pihaknya telah lama memiliki sistem air surveillance yang dijalankan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan maskapai IAT.

“Kita memang punya air surveillance. Nah, air surveillance itu kita bekerja sama dengan Indonesia Air Transport. Jadi selalu kita gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Trenggono saat melakukan konferensi pers melalui laman akun YouTube @KKP_RI pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengawasan udara tersebut selama ini difokuskan untuk wilayah perbatasan laut Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain. Namun, operasinya tidak terbatas hanya di area perbatasan.

“Hampir di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) kita lakukan pengawasan,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri KKP Bidang Humas dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin, menyampaikan pesan kepada masyarakat serta keluarga pihak yang terdampak agar terus memberikan doa terbaik.

“Kita mohon doanya dari masyarakat. Pak Menteri juga berencana mendatangi rumah pegawai untuk mendampingi keluarga,” ujar Doni.

Diketahui, Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026 hari ini.

Kekinian, Basarnas Makassar telah mengerahkan sekitar 400 hingga 500 personel gabungan dalam operasi pencarian pesawat tersebut. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Ia menuturkan, ratusan personel tersebut diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik yang telah ditentukan di kawasan pegunungan.

“Sekitar 400 sampai 500 personel kita gerakkan. Pencarian difokuskan pada empat titik,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, medan pencarian cukup berat karena berada di wilayah pegunungan. Untuk mencapai salah satu titik pencarian, tim membutuhkan waktu perjalanan sekitar tiga jam dari pos awal.

Meski demikian, kondisi cuaca menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan operasi. Basarnas menyatakan pencarian dapat dihentikan sementara apabila cuaca tidak memungkinkan, dan akan kembali dilanjutkan saat situasi dinilai aman.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.198 Orang, 166.579 Masih Mengungsi
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
DLH Kota Makassar Gunakan Insinerator Mini, Solusi Sampah atau Ancaman Emisi Beracun?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pradi Supriatna Sebut Nilai Isra Miraj Relevan untuk Menjaga Harmoni Sosial
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Breaking News: Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros Sulsel
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Buron Interpol Kasus Pembunuhan di Rumania Ditangkap di Bali
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.