JAKARTA, DISWAY.ID-- Kabar penemuan kandungan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku ARA oil tertentu dalam penggunaan susu formula bayi Nestlé S 26 Promil Gold pHPro beberapa waktu ini telah sukses mengguncang masyarakat.
Bukan tanpa alasan. Pasalnya, penemuan cemaran toksin tersebut sendiri menimpa produk susu formula yang dikonsumsi kelompok paling rentan, yaitu bayi.
BACA JUGA:Profil PT Indonesia Air Transport, Maskapai Pemilik Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros
BACA JUGA:Kemenhub Ungkap Kronologi Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros
Terkini, Nestlé Indonesia sendiri selaku perusahaan makanan dan minuman yang memproduksi susu formula bayi S 26 juga sudah menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi.
Kendati begitu, sejumlah pihak juga turut mendesak pihak Nestlé untuk tetap melakukan penarikan seluruh produk susu formula bayi-nya dari pasaran.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, hal ini sendiri dilakukan demi perlindungan publik dan pemulihan kepercayaan
BACA JUGA:Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Dipakai Kementerian KKP untuk Misi Patroli
BACA JUGA:Spesifikasi Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros, Milik Maskapai Apa?
"Penarikan harus diperluas menjadi penarikan menyeluruh, setidaknya untuk seluruh produk Nestlé yang beredar, sampai ada mitigasi komprehensif dan verifikasi independen yang transparan," ujar Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Sabtu (17/01).
Lebih lanjut, Achmad juga turut menekankan bahwa ketika ada informasi adanya potensi toksin pada bahan baku yang digunakan dalam formula bayi, respons kebijakan tidak boleh bersandar pada logika minimum compliance, melainkan pada logika pencegahan maksimum.
"Jika potensi bahaya berasal dari bahan baku tertentu, bagaimana kita memastikan bahan baku itu tidak menyeberang ke batch lain, lini lain, pabrik lain, atau bahkan produk lain yang memakai rantai pasok serupa?" pungkad Achmad.
Di sisi lain, Nestlé Indonesia sendiri sudah menekankan bahwa produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional.
BACA JUGA:Jalan Berlubang di Sekitar Stadion Patriot Bekasi Resahkan Warga, Bahaya di Saat Hujan
BACA JUGA:Warga Temukan Titik Api di Lereng Bulusaraung Pasca Kecelakaan Pesawat ATR 400
- 1
- 2
- »



