Pemerintah Kembalikan TKD Aceh-Sumut-Sumbar Imbas Bencana, Nilainya Rp 10,6 T

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah memastikan dana transfer ke daerah (TKD) yang masuk efisiensi dikembalikan untuk penanganan bencana. TKD dikembalikan untuk tiga provinsi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, kebijakan itu telah disepakati Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor, Sabtu (17/1/2026). Dalam rapat itu katanya dihadiri langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa.

"Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota, tiga ini, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, transfer keuangan daerahnya disamakan dengan di tahun 2025. Dengan kata lain ya ditambahnya angkanya totalnya menjadi Rp 10,6 triliun," kata Tito kepada wartawan di rumah dinas, Jalan Widya Candra, Jakarta Selatan.

Baca juga: Menteri PU Sebut Seluruh Jembatan Nasional di Aceh-Sumut Sudah Berfungsi

Dia menjelaskan, untuk Aceh provinsinya dengan 23 kota dan kabupaten mendapat pengembalian TKD Rp 1,6 triliun, Sumatera Utara diberikan Rp 6,3 triliun untuk 33 kota dan kabupaten. Lalu Sumatera Barat dengan 19 kabupaten dan kota itu Rp 2,7 triliun.

Dia memastikan, seluruh kota kabupaten di tiga provinsi, tanpa terkecuali mendapat pengembalian TKD utuh. Tito beralasan, kota dan kabupaten di wilayah tiga provinsi itu terdampak secara sosial dan ekonomi.

"Dan beliau langsung memutuskan tadi diberikan kepada seluruh kabupaten/kota di dan provinsi di tiga provinsi ini. Kenapa? Karena inilah bencana-bencana provinsi. Jadi meskipun misalnya di Aceh itu ada 18 yang terdampak dari 23, tapi empatnya lagi juga mengalami problema," jelas dia.

Baca juga: Ramai di Sumbar, BRIN Jelaskan Kualitas Air Sinkhole Harus Diuji Dulu

Dia mecontohkan, di Banda Aceh banyak korban terdampak pindah ke wilayah yang lebih aman. Katanya hal ini membuat inflasi di daerah tersebut.

"Sumatera Utara misalnya, di Nias enggak terlalu terdampak, tapi Kota Sibolga itu terdampak ya, lumpur segala macam mengakibatkan jalan terputus. Akibatnya pasokan ke Sibolga sulit masuk, Sibolga tuh pintunya pelabuhannya adalah pintu untuk menuju Nias, sehingga seluruh kabupaten di Nias terdampak. Akibatnya harga-harga naik," jelas dia.

"Gunung Sitoli tuh ya itu akhir Desember lalu itu tertinggi, tertinggi inflasi dari 98 kota se-Indonesia, meskipun dia enggak terdampak banjir longsor tapi terdampak karena efek banjir longsor di sekitarnya, Kota Sibolga khususnya," sambungnya.




(tsy/maa)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resahkan Warga, Arena Judi Sabung Ayam di OKU Digerebek, Pelaku Kocar-Kacir
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Cuaca Jakarta Hari Ini, yang Hendak Malam Mingguan Wajib Baca
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Apa Sih Arti Plenger? Bahasa Gaul yang Lagi Viral
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
China Impor 557 Juta Ton Minyak pada 2025, Rekor Tertinggi
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Ketipu Beli Mobil Rp200 Juta, Dustin Tiffani Ungkap Reaksi Istri dan Nasib Korban Lain
• 8 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.