TNI dan Unhan Pasang Alat Penjernih Air untuk Korban Bencana Sumut

idntimes.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times - TNI bersama Universitas Pertahanan RI menyalurkan mesin penjernih air untuk digunakan para korban bencana di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara.

Mesin tersebut berfungsi mengubah air kotor menjadi air bersih yang layak dikonsumsi. Kehadiran mesin tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih para korban yang tinggal di posko pengungsian.

Kadet Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan sistem penjernihan air ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Teknologi yang digunakan memanfaatkan fiber reinforced plastic (FRP) sebagai tabung filtrasi utama.

“Di dalam sistem FRP terdapat beberapa lapisan media penyaring, yakni manganese ferrolit dan manganese zeolit untuk mengurangi kandungan logam dan kekeruhan, karbon aktif untuk menyerap bau, warna, serta zat pencemar organik, dan silika untuk memperhalus hasil penyaringan,” jelas Marcus dikutip dari ANTARA, Minggu (28/12/2025).

Ia melanjutkan, air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro. Tahap ini dilengkapi dengan penyinaran ultraviolet (UV) yang berfungsi membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman dikonsumsi.

Keunggulan utama teknologi ini, lanjut Marcus, terletak pada efisiensi biaya dan kapasitas produksi yang tinggi.

Sistem tersebut mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air bersih per hari serta 4.000–5.000 liter air layak konsumsi per hari. Ia berharap alat hasil inovasi Unhan dan TNI ini dapat mempermudah para korban dalam mendapatkan air bersih.

Dalam siaran pers yang sama, Kepala Desa Batu Hula menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertahanan dan TNI.

“Terima kasih telah memberikan fasilitas mesin penjernih air. Alat ini sudah berfungsi dan airnya bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi kami para pengungsi, sebanyak 1.700 jiwa yang ada di desa kami,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kereta Cepat China Cetak Rekor, Tempuh Jarak 50.000 Km
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
KDM Sidak Banjir Cirebon: Tanpa Protokoler, Pakai Sandal Jepit
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Wakapolri Tinjau Tapanuli Tengah, Minta Pembukaan Akses Logistik Dipercepat
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Jay Idzes, Dari Akademi Belanda hingga Masuk Radar AC Milan
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Daftar Letusan Gunung Terbesar dalam Sejarah, Indonesia Dominan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.