Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar doa bersama lintas agama dan nonton bareng (nobar) film dokumenter "Tambang Emas Ra Ritek" pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di halaman Pendapa Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu.
Kegiatan tersebut digelar tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Sumatra, sekaligus menjadi refleksi akhir tahun bertema pelestarian lingkungan.
Sekretaris Daerah Trenggalek Edy Soepriyanto mengatakan, pemerintah daerah mengikuti instruksi untuk tidak menggelar hiburan bersifat hura-hura pada malam pergantian tahun.
Baca juga: Slank hibur pengunjung TMII saat malam Tahun Baru 2026
"Ini menjadi momentum refleksi bersama, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam," kata Edy.
Film "Tambang Emas Ra Ritek" yang diputar merupakan film dokumenter peraih Piala Citra 2025 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.
Film tersebut merekam perjuangan warga Trenggalek mempertahankan lingkungan dari rencana pertambangan emas.
Baca juga: Wali Kota Yogyakarta: Malioboro tanpa copet saat malam tahun baru
Menurut Edy, pemutaran film itu sekaligus menjadi pesan komitmen Pemkab Trenggalek untuk tetap mengedepankan pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau.
"Ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek yang menempatkan keberpihakan pada alam sebagai dasar pembangunan," ujarnya.
Ia menambahkan, tahun 2026 akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya alam dan keterbatasan fiskal.
Baca juga: Kapolri: Secara umum masyarakat patuh soal larangan kembang api
Karena itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya alam berbasis ekonomi hijau menjadi strategi yang dikedepankan.
"Dengan keterbatasan anggaran, kami berharap program pembangunan tetap berjalan dan berkelanjutan," pungkas Edy.
Baca juga: Malam Tahun Baru, Masjid Agung Palembang gelar zikir korban bencana
Baca juga: Menkopolkam: Tak ada hal yang menonjol jelang Tahun Baru 2026
Kegiatan tersebut digelar tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Sumatra, sekaligus menjadi refleksi akhir tahun bertema pelestarian lingkungan.
Sekretaris Daerah Trenggalek Edy Soepriyanto mengatakan, pemerintah daerah mengikuti instruksi untuk tidak menggelar hiburan bersifat hura-hura pada malam pergantian tahun.
Baca juga: Slank hibur pengunjung TMII saat malam Tahun Baru 2026
"Ini menjadi momentum refleksi bersama, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam," kata Edy.
Film "Tambang Emas Ra Ritek" yang diputar merupakan film dokumenter peraih Piala Citra 2025 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.
Film tersebut merekam perjuangan warga Trenggalek mempertahankan lingkungan dari rencana pertambangan emas.
Baca juga: Wali Kota Yogyakarta: Malioboro tanpa copet saat malam tahun baru
Menurut Edy, pemutaran film itu sekaligus menjadi pesan komitmen Pemkab Trenggalek untuk tetap mengedepankan pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau.
"Ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek yang menempatkan keberpihakan pada alam sebagai dasar pembangunan," ujarnya.
Ia menambahkan, tahun 2026 akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya alam dan keterbatasan fiskal.
Baca juga: Kapolri: Secara umum masyarakat patuh soal larangan kembang api
Karena itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya alam berbasis ekonomi hijau menjadi strategi yang dikedepankan.
"Dengan keterbatasan anggaran, kami berharap program pembangunan tetap berjalan dan berkelanjutan," pungkas Edy.
Baca juga: Malam Tahun Baru, Masjid Agung Palembang gelar zikir korban bencana
Baca juga: Menkopolkam: Tak ada hal yang menonjol jelang Tahun Baru 2026





