TNI AD Menalangi Penanganan Bencana Sumatra, Legislator Menyoroti Peran BNPB

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mempertanyakan peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai leading sector atau koordiantor utama penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar).

Hal demikian dikatakan Said menyikapi kabar TNI yang menalangi dana secara swadaya memobilisasi alat penanganan bencana di Sumatra.

BACA JUGA: Wilayah Pascabencana di Sumatra Masih Dinamis, BNPB: Berisiko Pengaruhi Kembali Infrastruktur Listrik

Said mengatakan peristiwa TNI yang menalangi dana penanganan bencana Sumatra tak terjadi apabila BNPB gerak cepat meminta anggaran ke Kemenkeu.

Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menyebut masih tersedia dana sekitar Rp 500 miliar dalam alokasi APBN 2025 untuk penanganan bencana di Sumatra.

BACA JUGA: Bencana Sumatra: BNPB Sebut Jumlah Pengungsi Berkurang, Korban Jiwa 1.090 Orang

"Seharusnya apa yang dialami oleh TNI tidak terjadi jika BNPB sebagai leading sector penanganan bencana di Sumatera bisa lebih cepat dalam pengajuan anggaran ke Kemenkeu," kata Said, Kamis (31/12).

Pria kelahiran Jawa Timur (Jatim) itu menyebut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bakal memberikan dukungan ketika BNPB mengajukan permohonan anggaran.

BACA JUGA: Melapor ke Prabowo, Kepala BNPB Ungkap Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatra

"Termasuk yang dibutuhkan oleh TNI AD ketika membangun jembatan bailey," ujar Said.

Dia mengatakan peristiwa TNI swadaya menangani bencana perlu menjadi evaluasi ke depan dalam hal koordinasi lintas sektor kementerian dan lembaga.

"Jangan sampai penanganan bencana berlarut larut karena lemahnya pola koordinasi antar sektor," ujar Ketua DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) itu.

Said mengatakan DPR RI mendukung upaya TNI AD memobilisasi seluruh sumber daya agar proses rehabilitasi jembatan bisa dipercepat.

"Sekali lagi, kecepatan penanganan bencana menjadi kunci penting dalam penanganan bencana, kita jangan terjebak prosedur birokrasi yang berbelit," ujarnya.

Said menuturkan pengajuan dana untuk APBN 2025 resmi ditutup setelah ganti tahun. Namun, negara punya duit cadangan untuk penanganan bencana dengan memakai Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

"Jika dibutuhkan, anggaran di BA BUN ini bisa digunakan oleh pemerintah, jika Presiden menetapkan Peraturan Presiden untuk penggunaan anggaran di BA BUN untuk penanganan bencana di Sumatera," ujarnya. (ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keji Bripda Seili Sebelum Membunuh Mahasiswi ULM


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emiten Prajogo Pangestu Siap Tebar Deviden di Awal Tahun 2026, Cek Jadwalnya!
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Atalia Praratya Tebar Senyuman saat Datangi Sidang Cerai di PA Bandung: Doain Ya
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Media Malaysia Sindir Timnas Indonesia soal Gaji John Herdman, Masih Jauh di Bawah Era Shin Tae-yong
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Shio yang Paling Hoki di 2026 Menurut Ramalan Feng Shui
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bolehkah Merayakan Tahun Baru 2026 Menurut Agama Islam? Ustaz Abdul Somad Ungkap Hukum dan Sejarahnya
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.