REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Hari berganti bulan, bulan bersalin tahun, dan dunia baru saja melewati malam pergantian tahun baru dari 2025 ke 2026. Ternyata perayaan malam tahun baru yang selalu meriah di berbagai belahan bumi dengan tiup terompet, bernyanyi, hingga menyalakan kembang api berakar dari ritual kaum pagan alias penyembah berhala.
Banyak umat Islam yang ikut merayakan tahun baru karena berdalih perayaan tahun baru hanya urusan duniawi semata. Tidak ada kaitannya dengan akidah. Padahal, jika membaca akar perayaan tahun baru Masehi tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan ritual penyembahan Dewa Janus. Dewa Janus adalah Tuhan yang diagungkan dalam agama paganisme (penyembah berhala).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Dedi Mulyadi Minta Masyarakat tak Gelar Pesta Kembang Api
- Pergantian Tahun Baru 2026 di Candi Prambanan Tanpa Pesta Kembang Api, Diganti Doa Bersama & Donasi
- Bolehkah Umat Islam Merayakan Tahun Baru dan Bagaimana Hukumnya?
Dalam buku The World Book Encyclopedia, 1984, volume 14 halaman 237 dijelaskan, penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke-46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu).
Lalu siapa Dewa Janus?
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Ustadzah Irena Handono, pendiri Pondok Pesantren Muallafah Irena Center, menjelaskan, dalam mitologi Romawi, Dewa Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi. Akar kata Januari berasal dari nama Dewa Janus.
Januari menjadi bulannya Dewa Janus yang ditetapkan setelah Desember. Sementara Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari di mana kaum pagan penyembah Dewa Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice bertepatan dengan tanggal 25 Desember.




